IHSG Rebound, Tapi Asing Borong Jualan Rp1,31 Triliun! Ini Rekomendasinya!
AdminNM-Newsmaker.id
Senin, 5 Oktober 2026 - 08.11

Sumber: Newsmaker.id
Newsmaker.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound 0,46% ke level 6.036,89 pada perdagangan Jumat (2/10/2026). Namun, penguatan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan membaiknya sentimen pasar karena investor asing justru mencatatkan net sell Rp1,31 triliun. Aksi jual asing terutama terjadi pada saham GOTO, BBRI, SINI, BMRI, dan DSSA.
Secara teknikal, posisi IHSG di atas level 6.000 menjadi faktor penting untuk menentukan keberlanjutan rebound.
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (5/10/2026), selama indeks mampu bertahan di atas area support 6.000–6.020.
Di sisi atas, area 6.070–6.100 menjadi resistance yang perlu ditembus untuk memperkuat momentum kenaikan. Jika IHSG mampu melewati zona tersebut disertai peningkatan volume transaksi dan mulai meredanya tekanan jual asing, peluang terjadinya technical rebound lanjutan akan semakin terbuka. Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas 6.000 dapat kembali meningkatkan risiko koreksi.
Untuk perdagangan berikutnya, BNI Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham dengan strategi speculative buy. INDY memiliki area beli Rp2.490–Rp2.540 dengan target Rp2.570–Rp2.620 dan cut loss di bawah Rp2.490. MBMA berada pada area beli Rp462–Rp470 dengan target Rp476–Rp480 dan cut loss di bawah Rp462. VKTR direkomendasikan pada Rp825–Rp835 dengan target Rp850–Rp870 dan cut loss di bawah Rp820.
Sementara itu, DEWA memiliki area beli Rp328–Rp338 dengan target Rp344–Rp350 dan cut loss di bawah Rp328. SRSN berada pada area beli Rp127–Rp132 dengan target Rp137–Rp144 dan cut loss di bawah Rp123. Adapun JGLE direkomendasikan pada area Rp44–Rp46 dengan target Rp48–Rp50 dan cut loss di bawah Rp43.
Analisis Newsmaker: Penguatan IHSG saat ini masih perlu dilihat secara hati-hati karena terjadi bersamaan dengan net sell asing yang cukup besar. Artinya, rebound belum sepenuhnya didukung oleh perubahan sentimen investor secara menyeluruh. Level 6.000 menjadi kunci utama; selama bertahan, peluang technical rebound masih terbuka menuju 6.070–6.100. Namun, investor perlu mencermati arus asing dan volume transaksi karena tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar masih dapat menjadi penghambat utama kenaikan IHSG.