Trending

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Pasar Tunggu CPI AS

AdminNM-Newsmaker.id

Senin, 7 September 2026 - 21.32

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Pasar Tunggu CPI AS

Sumber: Newsmaker.id

Newsmaker.id - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan Selasa, 8 September 2026. Pelaku pasar diperkirakan masih mencermati sentimen global, arah kebijakan The Fed, serta sejumlah perkembangan domestik.

Pada perdagangan Senin, 7 September 2026, IHSG ditutup melemah 16,80 poin atau 0,25% ke level 6.619,67. Sebanyak 281 saham menguat, 332 saham melemah, dan 179 saham bergerak stagnan. Total volume perdagangan mencapai 36,44 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp13,54 triliun.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pelemahan IHSG sejalan dengan koreksi mayoritas bursa global dan regional Asia. Tekanan pasar muncul setelah data nonfarm payrolls atau NFP Amerika Serikat diperkirakan menguat, sehingga memperbesar ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan sikap hawkish ke depan.

Dari sisi teknikal, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan tekanan IHSG terutama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor keuangan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI. Namun, sektor kesehatan dan energi masih mampu menjadi penopang pergerakan indeks.

Sentimen domestik juga ikut menjadi perhatian pasar. Kenaikan cadangan devisa Indonesia menjadi US$146,5 miliar pada Agustus dinilai memberi sinyal positif karena menunjukkan kondisi eksternal Indonesia masih cukup kuat. Di sisi lain, perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau dan bencana alam juga menjadi sentimen sektoral, terutama bagi saham-saham kesehatan.

Untuk perdagangan Selasa, Herditya memperkirakan koreksi IHSG cenderung terbatas dan masih berpeluang menguat dengan support di level 6.603 dan resistance di 6.632. Sementara itu, Reza memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 6.600 hingga 6.700, dengan support di 6.600 dan resistance di 6.700. Pasar juga akan mencermati rilis neraca dagang China serta data Consumer Price Index atau CPI Amerika Serikat pada 11 September 2026.

Analisa Newsmaker melihat IHSG saat ini masih berada dalam fase wait and see karena tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda. Ekspektasi The Fed yang hawkish, sentimen Timur Tengah, serta penantian data CPI AS berpotensi membatasi ruang penguatan indeks. Namun, cadangan devisa Indonesia yang meningkat dan dukungan dari sektor energi serta kesehatan dapat menjadi penahan tekanan. Investor sebaiknya tetap selektif dan mencermati saham pilihan seperti HRUM, INKP, MDKA, IMPC, TINS, dan KOTA sesuai level teknikal masing-masing.

Bagikan: