Trending

Dolar AS Menguat, Mata Uang Komoditas Mulai Kehilangan Tenaga

AdminNM-Newsmaker.id

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14.02

Dolar AS Menguat, Mata Uang Komoditas Mulai Kehilangan Tenaga

Sumber: Newsmaker.id

Newsmaker.id - Pergerakan mata uang berbasis komoditas atau mata uang komoditas menunjukkan arah yang beragam di tengah penguatan dolar AS. Dolar Australia dan Selandia Baru masih mencatat penguatan secara mingguan dan bulanan, sementara dolar Kanada justru menghadapi tekanan dalam periode bulanan.

Berdasarkan data Trading Economics Selasa (13/10/2026) pukul 13.21 WIB, DXY berada di level 102,41, melemah 0,17% secara harian, namun masih menguat 0,57% dalam sepekan dan 3,04% dalam sebulan. Sementara itu, AUD/USD berada di 0,696 dan NZD/USD di 0,559. Keduanya terkoreksi secara harian, namun tetap mencatat kinerja positif secara mingguan dan bulanan.

Analis PT Finex Bisnis Solusi Futures Brahmantya Himawan menilai penguatan dolar Australia dan Selandia Baru terutama ditopang prospek komoditas, kondisi ekonomi domestik, serta ekspektasi kebijakan moneter masing-masing negara. Permintaan China terhadap industri besi, emas, dan mineral menjadi salah satu faktor pendukung AUD, sedangkan NZD mendapat dukungan dari prospek ekspor produk susu dan pertanian.

Berbeda dengan keduanya, dolar Kanada menangani tekanan akibat perlambatan ekonomi, pelemahan pasar tenaga kerja, serta memulai perdagangan dengan AS. USD/CAD berada di level 1,427, menguat 0,07% secara harian dan 2,65% secara bulanan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga komoditas, khususnya minyak, tidak otomatis membuat mata uang Kanada menguat.

Analisis Newsmaker: Risiko geopolitik menjadi faktor penting karena kenaikan harga energi yang terjadi bersamaan dengan sentimen risk-off justru dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Di sisi lain, kenaikan harga energi berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi dan mempertahankan sikap hawkish Federal Reserve, sehingga ruang penguatan mata uang komoditas menjadi semakin terbatas.

Hingga akhir tahun 2026, AUD/USD diproyeksikan berada di kisaran 0,6800–0,7200, NZD/USD pada 0,5500–0,5800, sedangkan USD/CAD diperkirakan bergerak di 1,4350–1,4450. Dengan demikian, arah mata uang komoditas ke depan akan sangat bergantung pada data inflasi AS, kebijakan The Fed, pergerakan DXY dan imbal hasil US Treasury, harga komoditas, serta kebijakan bank sentral Australia, Selandia Baru, dan Kanada.

Bagikan: