Trending

Rupiah Menguat, CPI AS Redam Tekanan Dolar

AdminNM-Newsmaker.id

Rabu, 15 Juli 2026 - 19.18

Rupiah Menguat, CPI AS Redam Tekanan Dolar

Sumber: Newsmaker.id

Newsmaker.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026. Penguatan ini terjadi setelah data inflasi Amerika Serikat berada di bawah perkiraan pasar, sehingga menekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve.

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,13% secara harian ke level Rp18.068 per dolar AS. Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR Bank Indonesia, rupiah menguat 0,19% ke level Rp18.064 per dolar AS.

Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah dipicu oleh data indeks harga konsumen atau consumer price index Amerika Serikat yang melambat lebih dalam dari perkiraan. CPI AS turun dari 4,2% menjadi 3,5% secara tahunan, lebih rendah dari proyeksi pasar yang memperkirakan perlambatan ke 3,8%.

Inflasi inti Amerika Serikat juga ikut melandai dari 2,9% menjadi 2,6% secara tahunan, di bawah perkiraan sebesar 2,8%. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa kenaikan suku bunga agresif oleh The Fed belum terlalu diperlukan dalam waktu dekat.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Juli turun menjadi 16% dari sebelumnya 40%. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada September juga menurun menjadi 60% dari sebelumnya 74%. Penurunan ekspektasi tersebut menjadi sentimen positif bagi rupiah karena tekanan dari dolar AS ikut mereda.

Meski demikian, ruang penguatan rupiah masih dibayangi sejumlah risiko. Ibrahim memperkirakan rupiah berpotensi kembali melemah karena sentimen kebijakan fiskal, terutama setelah defisit APBN 2026 diproyeksikan melebar menjadi Rp734,32 triliun. Kebutuhan pembiayaan anggaran juga meningkat, dengan pembiayaan utang neto diperkirakan mencapai Rp868,12 triliun.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih mendapat dukungan dari data inflasi AS yang lebih lemah serta keputusan S&P yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia. Namun, penguatan rupiah tertahan oleh memanasnya geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia. Untuk perdagangan Kamis, 16 Juli 2026, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.110 per dolar AS, dengan pasar menantikan data inflasi produsen Amerika Serikat sebagai katalis berikutnya.


Bagikan: