Trending

Emas Antam Mulai Bangkit, Apakah Momentum Penguatan Bisa Berlanjut?

AdminNM-Newsmaker.id

Senin, 19 Oktober 2026 - 15.35

Emas Antam Mulai Bangkit, Apakah Momentum Penguatan Bisa Berlanjut?

Sumber: Newsmaker.id

Newsmaker.id — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatat penguatan pada awal pekan, Senin (19/10/2026). Harga emas Antam ukuran 1 gram naik Rp2.000 menjadi Rp2.574.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp2.572.000. Kenaikan tipis tersebut juga diikuti harga buyback yang meningkat Rp2.000 menjadi Rp2.389.000 per gram.

Pergerakan ini menjadi perhatian setelah harga emas Antam sebelumnya berada dalam tren yang relatif tertekan. Meski demikian, penguatan awal pekan masih tergolong terbatas. Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi Rp3.168.000 per gram yang tercatat pada 29 Januari 2026, harga emas Antam saat ini masih lebih rendah sekitar 18,75% atau terpaut Rp594.000 per gram.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga pada awal pekan belum cukup untuk mengubah gambaran pergerakan emas secara keseluruhan. Investor masih perlu melihat apakah penguatan dapat berlanjut dalam perdagangan berikutnya atau hanya menjadi kenaikan sementara. Pergerakan harga emas domestik juga tidak berdiri sendiri karena dipengaruhi oleh harga emas dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Di pasar global, harga emas spot pada awal perdagangan Senin bergerak naik tipis ke kisaran US$4.174 per ons. Sejumlah faktor menjadi perhatian pasar, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral, perkembangan inflasi, pergerakan indeks dolar AS (DXY), hingga permintaan emas dari negara konsumen besar seperti Tiongkok dan India. Data tenaga kerja AS juga menjadi salah satu indikator yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah suku bunga dan kemudian berdampak pada harga emas.

Di sisi lain, pergerakan rupiah turut menjadi faktor penting bagi harga emas Antam. Harga emas global yang dihitung dalam dolar AS perlu dikonversikan ke rupiah sebelum menjadi acuan harga di pasar domestik. Artinya, perubahan harga emas dunia tidak selalu diteruskan dengan besaran yang sama ke harga emas Antam karena faktor nilai tukar juga ikut berperan.

Bagi investor, kenaikan harga emas juga perlu dilihat bersama spread antara harga jual dan buyback. Harga emas yang naik belum tentu langsung menghasilkan keuntungan apabila selisih harga beli dan harga jual kembali masih cukup lebar. Biaya tambahan seperti pajak dan meterai juga perlu diperhitungkan dalam menghitung potensi keuntungan sebenarnya.

Dengan harga yang masih berada cukup jauh dari rekor tertingginya, pergerakan emas Antam selanjutnya akan sangat bergantung pada arah harga emas global, dolar AS, kebijakan suku bunga, serta kondisi nilai tukar rupiah. Bagi investor jangka panjang, kondisi tersebut membuat strategi pembelian bertahap menjadi salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan dibandingkan mengejar kenaikan harga dalam jangka sangat pendek. 

Bagikan: