Trending

Harga Emas Tembus US$4.500, Ini Dia Saham Emiten yang Berpotensi Menguat!

AdminNM-Newsmaker.id

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12.24

Harga Emas Tembus US$4.500, Ini Dia Saham Emiten yang Berpotensi Menguat!

Sumber: Newsmaker.id

Harga emas dunia yang menembus level US$4.500 per troy ounce membuka peluang penguatan saham-saham emiten emas di Bursa Efek Indonesia. Sejumlah saham seperti ANTM, HRTA, MDKA, EMAS, BRMS, ARCI, dan PSAB berpotensi mendapat sentimen positif dari kenaikan harga logam mulia tersebut.

MNC Sekuritas dalam riset terbarunya menyebut harga emas telah rebound ke level US$4.500 per troy ounce atau melonjak sekitar 4,5%. Level tersebut berada dalam rentang target harga emas MNC Sekuritas untuk tahun fiskal 2026 sebesar US$4.400 hingga US$4.600 per troy ounce.

MNC Sekuritas menilai penguatan harga emas ditopang oleh rencana pembelian kembali atau buyback US Treasury senilai US$4 miliar per kuartal hingga November 2026. Kebijakan tersebut diperkirakan membantu menahan kenaikan yield obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Selain itu, inflasi dan data tenaga kerja AS yang mulai melandai turut menjadi katalis positif bagi emas. Sentimen tersebut dinilai mampu mengimbangi risalah Federal Open Market Committee atau FOMC yang masih menunjukkan sikap hawkish, di tengah harga minyak yang bertahan tinggi di sekitar US$92 per barel.

Dari sisi permintaan, World Gold Council mencatat pembelian bersih emas oleh bank sentral global pada kuartal II-2026 mencapai 288,9 ton. Angka tersebut meningkat 62% secara tahunan dan menjadi salah satu faktor yang memperkuat prospek permintaan emas global.

MNC Sekuritas memperkirakan momentum kenaikan harga emas masih berpotensi berlanjut sekitar tiga pekan ke depan. Dalam urutan preferensi saham emiten emas, ANTM menjadi pilihan utama, disusul HRTA, MDKA, EMAS, BRMS, dan PSAB. Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas juga menilai saham seperti ANTM, MDKA, EMAS, HRTA, dan ARCI dapat menjadi perhatian investor.

Dari sisi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan harga emas atau XAU/USD masih berada dalam fase penguatan, meski berpotensi mengalami pullback terlebih dahulu ke rentang US$4.408 hingga US$4.453 per troy ounce. Setelah koreksi tersebut, harga emas diproyeksikan kembali menguat menuju kisaran US$4.577 hingga US$4.649 per troy ounce. Penurunan yield Treasury AS, ketidakpastian hubungan AS-Iran, serta risiko inflasi global masih menjadi faktor utama yang menopang permintaan terhadap emas.

Menurut Newsmaker, kenaikan harga emas ke area US$4.500 per troy ounce menjadi katalis positif bagi saham-saham emiten emas, terutama yang memiliki eksposur langsung terhadap produksi dan penjualan emas. Saham seperti ANTM, MDKA, HRTA, EMAS, BRMS, ARCI, dan PSAB berpotensi mendapat perhatian pasar, seiring dukungan dari penurunan yield Treasury AS, ekspektasi inflasi yang mulai melandai, serta ketidakpastian geopolitik AS-Iran.

Namun, penguatan saham emas tetap perlu dicermati secara selektif. Kenaikan harga emas memang dapat memperbesar peluang margin emiten, tetapi investor tetap perlu memperhatikan valuasi, biaya produksi, volume penjualan, likuiditas saham, dan risiko koreksi setelah kenaikan tajam. Karena itu, momentum ini lebih tepat dibaca sebagai peluang berbasis sentimen dan teknikal, bukan sekadar euforia harga emas.

Bagikan: