IHSG Menguat Terbatas, Investor Tetap Perlu Selektif!
AdminNM-Newsmaker.id
Rabu, 29 April 2026 14.26

Sumber: Newsmaker.id
Penguatan IHSG ke level 7.101 pada perdagangan 29 April 2026 dinilai belum mencerminkan perubahan tren besar. Kenaikan tersebut lebih menggambarkan technical rebound dan respons pasar terhadap katalis domestik jangka pendek.
Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai dorongan utama IHSG berasal dari rilis kinerja emiten kuartal I yang relatif solid, pembagian dividen, serta aksi korporasi yang menjaga minat beli investor, terutama pada sektor perbankan dan energi.
Meski demikian, penguatan IHSG masih terbilang rapuh. Tekanan eksternal seperti pelemahan rupiah ke kisaran Rp17.300 per dolar AS dan kenaikan harga minyak di atas US$100 per barel berpotensi menekan inflasi, memperbesar beban fiskal, serta menahan arus dana asing ke pasar saham domestik.
Dari sisi fiskal, kebijakan pemerintah dapat menjadi katalis positif apabila diarahkan secara terukur melalui subsidi yang tepat sasaran, percepatan belanja produktif, dan insentif bagi sektor riil. Namun, efeknya tidak akan langsung terasa karena pasar tetap mencermati ruang fiskal, potensi pelebaran defisit, dan kredibilitas pengelolaan APBN.
Sejumlah sektor yang berpotensi dicermati investor antara lain perbankan, konstruksi, infrastruktur, energi, komoditas, serta konsumsi domestik. Beberapa saham yang masuk radar trading jangka pendek meliputi LSIP, SUPA, OASA, dan ERAA, dengan pendekatan tetap spekulatif dan berbasis disiplin manajemen risiko.
Hal yang perlu diperhatikan investor: IHSG masih berpotensi bergerak sideways di kisaran 7.000–7.200 selama rupiah belum stabil dan arus asing belum kembali kuat. Investor sebaiknya selektif, fokus pada saham berfundamental solid, tidak agresif mengejar reli, serta mencermati risiko geopolitik, harga minyak, arah suku bunga global, dan stabilitas rupiah.
