Trending

Proyeksi IHSG Tetap Melemah, Support 6.060-6.240

AdminNM-Newsmaker.id

Jumat, 29 Mei 2026 - 08.53

Proyeksi IHSG Tetap Melemah, Support 6.060-6.240

Sumber: Newsmaker.id

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (29/05) diproyeksikan tetap berada dalam tren koreksi terbatas setelah ditutup melemah 1,23% ke level 6.130 pada perdagangan Selasa (26/05). Pelemahan ini terjadi di tengah aksi jual asing bersih senilai Rp1,89 triliun di pasar reguler, seiring investor mengambil keuntungan dari kenaikan sebelumnya dan menahan diri menjelang penutupan rebalancing MSCI. Saham-saham big caps dan saham komoditas tercatat memberikan tekanan signifikan pada indeks.

Secara teknikal, IHSG diproyeksikan masih bergerak dalam konsolidasi melemah dengan support di 6.060 dan resistance di 6.240. Area support tersebut menjadi level penting yang dipantau pelaku pasar untuk melihat potensi rebound jangka pendek, sementara volatilitas diperkirakan meningkat akibat tekanan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp16.800 per dolar AS.

Dari sisi perdagangan saham, reli saham Grup Barito Pacific yang sebelumnya menopang indeks ternyata belum mampu menahan koreksi. Pelaku pasar juga mencermati sentimen eksternal, terutama geopolitik Timur Tengah dan tekanan harga komoditas global, yang berpotensi memengaruhi arah pasar saham domestik dalam jangka pendek.

Rekomendasi Saham – Buy

EMAS (PT Merdeka Gold Resources Tbk)

- Target Price (TP): Rp7.900 – Rp8.275 

- Stop Loss (SL): < Rp7.200

 PGAS (PT. Perusahaan Gas Negara Tbk) 

- TP: Rp1.925 – 1.955 

- SL: < Rp1.850 

Rekomendasi saham - Sell 

TOWR (PT Sarana Menara Nusantara Tbk) 

- TP: Rp370 

BSDE (PT Bumi Serpong Damai Tbk)

- TP: Rp645

Dengan kombinasi tekanan dari capital outflow, volatilitas nilai tukar, dan rebalancing MSCI, IHSG diproyeksikan tetap berada dalam fase koreksi terbatas hari ini. Investor disarankan menyesuaikan strategi trading mereka, memantau pergerakan big caps dan saham komoditas, serta memperhatikan level support dan resistance sebagai acuan manajemen risiko.

Bagikan: