Trending

BI Tahan Bunga, Rupiah Jadi Fokus

AdminNM-Newsmaker.id

Rabu, 22 Juli 2026 - 14.45

BI Tahan Bunga, Rupiah Jadi Fokus

Sumber: Newsmaker.id

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% pada Rabu, setelah sebelumnya menaikkan bunga secara agresif sebesar 100 basis poin pada Mei dan Juni. Keputusan ini diambil karena rupiah mulai lebih stabil, sehingga BI memiliki ruang untuk menahan laju pengetatan.

Keputusan tersebut sedikit berbeda dari ekspektasi sebagian ekonom yang memperkirakan BI akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Kenaikan tambahan sebelumnya diperkirakan dibutuhkan untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan dolar AS.

Gubernur BI Perry Warjiyo memperingatkan bahwa konflik baru di Timur Tengah dapat kembali mendorong inflasi global. Ia juga menilai The Fed berpotensi menaikkan suku bunga lebih cepat jika tekanan harga energi terus meningkat.

BI menyebut arus modal global berpeluang kembali mengalir ke aset safe haven, sehingga dolar AS bisa menguat. Karena itu, BI tetap memperkuat langkah stabilisasi rupiah melalui intervensi di pasar onshore dan offshore serta memperluas insentif untuk menarik aliran modal masuk.

Dari sisi ekonomi, BI mempertahankan proyeksi pertumbuhan Indonesia pada 2026 di kisaran 4,9% hingga 5,7%. Bank sentral menilai belanja pemerintah dan stimulus masih dapat menopang aktivitas ekonomi domestik.

Dampaknya ke market, keputusan BI menahan bunga bisa memberi sentimen positif bagi saham karena tekanan biaya pinjaman tidak bertambah. Namun, rupiah tetap rawan tertekan jika dolar AS menguat dan harga minyak naik akibat konflik Timur Tengah. Untuk emas, dampaknya cenderung tidak langsung, tetapi jika rupiah melemah dan risiko global meningkat, minat terhadap aset safe haven bisa ikut bertahan.

Bagikan: