Trending

BI Catatkan Uang Beredar (M2) Naik 10,8% Per Mei 2026

AdminNM-Newsmaker.id

Selasa, 23 Juni 2026 - 07.31

BI Catatkan Uang Beredar (M2) Naik 10,8% Per Mei 2026

Sumber: Newsmaker.id

Newsmaker.id - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian nasional tetap terjaga pada Mei 2026. Hal ini tercermin dari uang beredar dalam arti luas atau M2 yang mencapai Rp10.415,9 triliun, tumbuh 10,8% secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang sebesar 9,2% yoy, sekaligus menjadi capaian tertinggi sepanjang lima bulan pertama tahun 2026.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan peningkatan likuiditas pada Mei 2026 terutama didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit atau M1 dan uang kuasi. M1 tercatat tumbuh 15,3% yoy, sementara uang kuasi meningkat 6,0% yoy. Dari sisi faktor pendorong, perkembangan M2 juga dipengaruhi oleh peningkatan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.

Penyaluran kredit pada Mei 2026 tumbuh 10,8% yoy menjadi Rp8.759 triliun, lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang tumbuh 9,4% yoy. Sementara itu, aktiva luar negeri bersih meningkat 5,2% yoy menjadi Rp2.052,5 triliun, naik dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 3,7% yoy. Secara rinci, komponen M1 yang memiliki porsi 57,8% terhadap total M2 mencapai Rp6.025 triliun, ditopang oleh percepatan pertumbuhan giro rupiah menjadi 23,9% yoy dari 21,3% yoy pada April 2026.

Selain giro rupiah, uang kartal di luar bank umum dan BPR juga tumbuh 16,6% yoy, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 15,7% yoy. Tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu turut meningkat dengan pertumbuhan 8,3% yoy dari sebelumnya 7,1% yoy. Di sisi lain, uang kuasi yang memiliki pangsa 41,5% terhadap M2 mencapai Rp4.319,3 triliun atau tumbuh 6,0% yoy. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan giro valas menjadi 10,5% yoy dari 0,6% yoy, serta tabungan lainnya yang tumbuh 22,2% yoy. Namun, simpanan berjangka atau deposito melambat menjadi 3,3% yoy setelah sebelumnya tumbuh 4,6% yoy pada April 2026. 

Bagikan: