Trending

Jadi Alternatif Pembiayaan APBN, Apa Itu Panda Bounds?

AdminNM-Newsmaker.id

Selasa, 23 Juni 2026 - 05.44

Jadi Alternatif Pembiayaan APBN, Apa Itu Panda Bounds?

Sumber: Newsmaker.id

Newsmaker.id - Pemerintah Indonesia menargetkan penerbitan Panda Bonds pertama pada Juni 2026 sebagai salah satu sumber pembiayaan alternatif untuk memperkuat APBN 2026. Instrumen surat utang ini menjadi perhatian setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana pemerintah untuk masuk ke pasar keuangan China.

Menkeu Purbaya menyebut pemerintah menargetkan penerbitan Panda Bonds setara 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Langkah ini disiapkan untuk memperluas sumber pendanaan negara sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan berbasis dolar AS.

Panda Bonds adalah obligasi atau surat utang berdenominasi yuan atau renminbi yang diterbitkan oleh pihak asing di pasar domestik China. Penerbitnya dapat berupa pemerintah negara lain, perusahaan asing, maupun lembaga internasional yang membutuhkan pendanaan dari investor di China.

Secara sederhana, jika Indonesia menerbitkan Panda Bonds, maka pemerintah akan meminjam dana dari investor di China dengan menggunakan mata uang yuan. Dengan demikian, pembayaran bunga dan pelunasan pokok utang juga dilakukan dalam yuan, bukan dalam rupiah maupun dolar AS.

Nama Panda Bonds berasal dari simbol nasional China, yaitu panda. Istilah ini serupa dengan beberapa nama obligasi internasional lainnya, seperti Samurai Bonds di Jepang yang berdenominasi yen, Yankee Bonds di Amerika Serikat yang berdenominasi dolar AS, dan Kangaroo Bonds di Australia yang berdenominasi dolar Australia.

Ada beberapa alasan pemerintah melirik Panda Bonds sebagai sumber pembiayaan. Pertama, instrumen ini dapat membantu mendiversifikasi sumber pembiayaan APBN agar tidak bergantung pada satu pasar atau satu mata uang tertentu. Kedua, biaya pinjamannya dinilai lebih murah dibandingkan sebagian instrumen utang global lainnya.

Pemerintah memperkirakan imbal hasil atau yield Panda Bonds berada di kisaran 2,3% hingga 2,5%. Angka tersebut dinilai cukup menarik karena berpotensi menekan biaya bunga utang pemerintah di tengah kebutuhan pembiayaan negara yang tetap besar.

Selain itu, pasar keuangan China memiliki basis investor yang sangat besar sehingga berpeluang menjadi sumber pendanaan baru bagi Indonesia. Jika berhasil diterbitkan, Panda Bonds juga dapat memperluas basis investor internasional, memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia-China, serta membantu meredam tekanan terhadap dolar AS dalam struktur pembiayaan negara.

Untuk mendukung rencana tersebut, Menkeu Purbaya dijadwalkan melakukan kunjungan ke China guna bertemu calon investor dan mematangkan proses penerbitan. Apabila terealisasi, Indonesia akan bergabung dengan sejumlah negara dan lembaga internasional yang lebih dahulu memanfaatkan pasar obligasi China melalui penerbitan Panda Bonds.

Bagikan: