Trending

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Semester II/2026 Rp26,34 Triliun, Ini Rinciannya!

AdminNM-Newsmaker.id

Selasa, 23 Juni 2026 - 05.38

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Semester II/2026 Rp26,34 Triliun, Ini Rinciannya!

Sumber: Newsmaker.id

Newsmaker.id - Pemerintah resmi mengumumkan stimulus ekonomi semester II/2026 melalui delapan program insentif dengan total nilai mencapai Rp26,34 triliun. Kebijakan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Airlangga menjelaskan, stimulus tersebut terdiri atas sejumlah program utama. Mulai dari insentif pajak dan transportasi senilai Rp2,04 triliun, kelanjutan program magang nasional dengan nilai Rp6,26 triliun, hingga bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun. Paket kebijakan ini disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendukung mobilitas, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional pada paruh kedua tahun ini.

Salah satu bentuk stimulus yang diberikan adalah penetapan tarif khusus PPh Final Royalti sebesar 1,5% bagi penulis nasional. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan insentif libur sekolah berupa potongan tarif 30% untuk tiket kereta api pada periode 20 Juni hingga 5 Juli, potongan 30% tarif dasar Kapal Pelni pada 20 Juni hingga 15 Agustus, serta gratis tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada 20 Juni hingga 5 Juli. Program ini memiliki anggaran Rp190,5 miliar dengan target 3 juta penumpang.

Untuk transportasi udara pada musim liburan, pemerintah memberikan subsidi penuh Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah atau PPN DTP 100% bagi tiket pesawat berjadwal domestik kelas ekonomi. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp472,7 miliar dengan target 2,3 juta penumpang. Sementara itu, untuk periode Natal dan Tahun Baru 2026/2027, pemerintah kembali menyiapkan diskon transportasi kereta api, Kapal Pelni, dan ASDP dengan anggaran Rp161,4 miliar untuk target 2,8 juta penumpang.

Insentif transportasi udara juga disiapkan untuk periode Natal dan Tahun Baru melalui subsidi penuh PPN DTP 100% bagi tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Program ini memiliki anggaran Rp722 miliar dengan target 3,7 juta penumpang. Selain sektor transportasi, pemerintah juga memberikan insentif bea masuk nol persen atas impor LPG bagi industri petrokimia, dengan estimasi nilai manfaat Rp2,25 triliun dan potensi kehilangan pendapatan negara Rp360 miliar per tahun. Pemerintah juga menyiapkan bea masuk nol persen atas bahan baku plastik serta penurunan bea masuk impor suku cadang pesawat dengan anggaran Rp500 miliar.

Dari sisi ketenagakerjaan, pemerintah melanjutkan program magang nasional mulai Juli 2026 dengan alokasi dana Rp4,14 triliun yang menyasar 150.000 peserta. Selain itu, pelatihan vokasi juga mendapatkan anggaran Rp2,12 triliun untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja. Program vokasi ini diprioritaskan bagi 220.000 lulusan SMK serta 50.000 pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Porsi terbesar stimulus ekonomi berada pada bantuan pangan. Pemerintah menyiapkan bantuan beras 10 kilogram untuk 33,24 juta penerima selama tiga bulan, dimulai pada Juli 2026, dengan perkiraan anggaran Rp17,54 triliun belum termasuk biaya operasional. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan stabilisasi harga dan pasokan pangan atau SPHP kedelai bagi perajin tahu dan tempe dengan subsidi paling tinggi Rp2.000 per kilogram untuk kuota tahap pertama sebesar 250.000 ton di daerah yang harga kedelainya berada di atas Harga Acuan Pembelian atau HAP. Program ini memiliki anggaran Rp500 miliar.

Bagikan: