Airlangga Soroti BEI Sepi IPO di Awal 2026
AdminNM-Newsmaker.id
Selasa, 28 April 2026 08.05

Source: Newsmaker.id
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti masih sepinya aktivitas penawaran umum perdana saham atau IPO di Bursa Efek Indonesia pada awal 2026. Menurutnya, pasar modal seharusnya berperan lebih besar sebagai platform penggalangan dana bagi perusahaan, terutama di tengah kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat.
Sejak awal tahun, baru satu perusahaan yang melakukan penggalangan dana melalui IPO. Capaian tersebut masih jauh dari target Bursa Efek Indonesia yang membidik 50 perusahaan tercatat pada 2026. Airlangga menilai rendahnya realisasi IPO ini tidak lepas dari tingginya ketidakpastian global yang membuat banyak perusahaan masih menahan rencana masuk bursa.
Meski begitu, Airlangga tetap mendorong BEI untuk mengejar target IPO yang sudah ditetapkan. Menurutnya, pipeline perusahaan yang berencana melantai di bursa perlu terus didorong agar pasar modal dapat menjalankan fungsi utamanya sebagai sumber pendanaan bagi sektor swasta dan masyarakat.
Di sisi lain, Airlangga juga menilai pasar modal domestik tetap memiliki fondasi pertumbuhan yang kuat. Ia menyoroti perkembangan IHSG yang pernah berada di level 1.000 pada 2004 dan naik ke sekitar 4.200 pada 2013. Partisipasi investor domestik juga dinilai semakin baik, dengan sekitar 50% investor berada di pasar saham.
Berdasarkan data BEI per 17 April 2026, terdapat 16 perusahaan dalam antrean IPO. Dari jumlah tersebut, lima perusahaan masuk kategori aset skala menengah dengan aset sekitar Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, sementara 11 perusahaan lainnya tergolong skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar. Hingga periode tersebut, dana yang berhasil dihimpun dari IPO sepanjang 2026 baru mencapai sekitar Rp300 miliar, sementara kebutuhan pembiayaan perusahaan diperkirakan terus meningkat dari Rp7.400 triliun pada 2026 menjadi Rp9.200 triliun pada 2029.
