Trending

Ekspor Gandum Laut Hitam Terhenti, Harga Global Melonjak

AdminNM-Newsmaker.id

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12.25

Ekspor Gandum Laut Hitam Terhenti, Harga Global Melonjak

Source: Newsmaker.id

Serangan terhadap kapal-kapal di kawasan Laut Azov dan Laut Hitam menghentikan lebih dari 97% kapasitas ekspor biji-bijian Rusia dan Ukraina. Gangguan ini memutus salah satu sumber pasokan gandum berbiaya rendah dunia dan ikut mendorong kenaikan harga biji-bijian global.

Rusia dan Ukraina merupakan dua eksportir biji-bijian utama dunia. Keduanya semakin intensif melancarkan serangan terhadap pelabuhan dan kapal selama sebulan terakhir, sehingga importir di Timur Tengah, Afrika, dan Asia berpotensi mencari pasokan alternatif dari negara dengan biaya lebih tinggi seperti Australia dan Amerika Serikat.

Pada musim lalu, Rusia dan Ukraina secara gabungan mengekspor rata-rata 7,2 juta metrik ton biji-bijian per bulan dari terminal-terminal di wilayah Laut Azov dan Laut Hitam. Namun saat ini, terminal Ukraina di Laut Hitam tidak lagi mencatat pengiriman. Di Rusia, satu-satunya terminal biji-bijian yang belum ditutup secara resmi hanya fasilitas kecil di Tuapse dengan kapasitas sekitar 160.000 ton per bulan.

Penutupan tersebut mencerminkan hilangnya lebih dari 97% kapasitas ekspor biji-bijian dibandingkan musim lalu. Kondisi ini membuat pelayaran sipil di Laut Hitam praktis terhenti total, sekaligus memperbesar risiko gangguan pasokan bagi negara-negara importir yang bergantung pada gandum murah dari kawasan tersebut.

Harga gandum global telah naik sekitar 6,5% pada bulan ini dan kini berada sekitar 30% lebih tinggi dibandingkan setahun lalu. Meski stok yang besar dan hasil panen melimpah masih memungkinkan importir menunda pembelian, tekanan untuk mengamankan pasokan semakin meningkat karena belum ada tanda-tanda meredanya ketegangan di Laut Hitam.

Di Ukraina, pelabuhan laut di kawasan Odesa praktis berhenti beroperasi sejak akhir Juli, sementara ekspor dialihkan melalui jalur kereta api ke Eropa Timur, pelabuhan Sungai Danube, dan jalur darat. Ukraina memperkirakan ekspor hanya dapat mencapai sekitar 50% dari potensi normal jika pelabuhan tetap diblokade. Sementara itu, Rusia berpeluang mengalihkan sebagian ekspor melalui pelabuhan Baltik, Kaspia, dan Timur Jauh, meski jarak yang lebih panjang dapat meningkatkan biaya logistik. (srh) 

Bagikan: