Trending

BI Tahan Suku Bunga 5,75%, Stabilitas Rupiah Tetap Jadi Fokus

AdminNM-Newsmaker.id

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14.49

BI Tahan Suku Bunga 5,75%, Stabilitas Rupiah Tetap Jadi Fokus

Source: Newsmaker.id

Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% pada rapat kebijakan 19 Agustus 2026, sesuai dengan ekspektasi pasar. Keputusan tersebut menunjukkan BI masih memilih menjaga stabilitas moneter setelah sebelumnya menaikkan suku bunga untuk memperkuat rupiah dan menjaga daya tarik aset domestik.

Sejak Mei, BI telah menaikkan suku bunga secara kumulatif sebesar 100 basis poin, membawa tingkat kebijakan ke level tertinggi sejak April 2025. Pengetatan tersebut terutama diarahkan untuk menarik aliran modal asing dan menahan tekanan terhadap rupiah di tengah ketidakpastian pasar global.

Keputusan kali ini juga menjadi perhatian setelah perubahan kepemimpinan di Bank Indonesia. Perry Warjiyo mengundurkan diri bulan lalu dan posisi pimpinan sementara kini dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti. Pasar mencermati apakah arah kebijakan moneter BI akan tetap konsisten di tengah perubahan tersebut.

Dari sisi inflasi, tekanan harga mulai mereda. Inflasi tahunan Indonesia turun menjadi 2,88% pada Juli dari 3,34% pada Juni dan masih berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia sebesar 1,5%–3,5%. BI memperkirakan inflasi akan tetap berada dalam target pemerintah sebesar 2,5% ± 1%.

Bank sentral juga mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 di kisaran 4,9%–5,7%. Dengan inflasi yang masih terkendali, fokus BI saat ini lebih banyak tertuju pada stabilitas rupiah, arus modal asing, serta dampak tingginya suku bunga global terhadap pasar domestik.

Analisis Newsmaker: Keputusan mempertahankan suku bunga 5,75% menunjukkan BI belum melihat ruang yang cukup aman untuk mulai melonggarkan kebijakan. Sikap tersebut cenderung menjadi penopang bagi rupiah dan pasar obligasi domestik, terutama jika aliran modal asing kembali masuk. Namun, jika dolar AS dan yield Treasury kembali menguat, tekanan terhadap rupiah dapat membuat BI mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.

Bagikan: