Trending

Dolar Kuat Tekan Harga Platinum Berjangka

AdminNM-Newsmaker.id

Selasa, 23 Juni 2026 - 05.24

Dolar Kuat Tekan Harga Platinum Berjangka

Source: Newsmaker.id

Newsmaker.id - Harga platinum berjangka turun ke bawah level US$1.651 per ounce pada Selasa (23/06), menyentuh posisi terendah dalam tujuh bulan terakhir atau sejak November 2025. Pelemahan ini terjadi karena penguatan dolar Amerika Serikat (AS) lebih dominan dibandingkan sentimen positif dari kemajuan pembicaraan damai antara AS dan Iran yang sebelumnya membantu meredakan kekhawatiran inflasi.

Dolar AS masih bergerak kuat seiring ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve atau The Fed berpeluang menaikkan suku bunga acuan tahun ini. Ekspektasi tersebut menguat setelah Ketua baru The Fed, Kevin Warsh, menyampaikan nada kebijakan yang cenderung hawkish pada pekan lalu, disertai revisi naik terhadap proyeksi inflasi.

Penguatan dolar AS menjadi tekanan utama bagi platinum karena komoditas ini diperdagangkan dalam mata uang dolar. Ketika dolar menguat, harga platinum menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar Amerika Serikat. Selain itu, platinum sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil juga cenderung kurang menarik ketika prospek suku bunga meningkat.

Di sisi lain, perkembangan positif dalam negosiasi damai AS dan Iran turut membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi. Kedua pihak baru-baru ini menyepakati peta jalan selama 60 hari menuju kesepakatan final. Washington juga telah memberikan lisensi kepada Teheran untuk menjual minyak di pasar internasional, sehingga memunculkan harapan pemulihan pasokan global yang lebih cepat.

Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz yang meningkat turut menekan harga minyak dunia lebih rendah. Penurunan harga minyak ini memperkuat harapan bahwa tekanan inflasi dapat mereda, sekaligus mengurangi tekanan terhadap bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter lebih agresif. Namun, untuk saat ini, sentimen tersebut belum cukup kuat mengangkat platinum karena pasar masih lebih fokus pada penguatan dolar AS dan prospek kenaikan suku bunga The Fed. 

Bagikan: