Trending

Iran Tembak Kapal Kargo di Selat Hormuz!

AdminNM-Newsmaker.id

Jumat, 26 Juni 2026 - 14.57

Iran Tembak Kapal Kargo di Selat Hormuz!

Source: Newsmaker.id

Newsmaker.id - Sebuah kapal kargo dilaporkan terkena serangan saat melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia. Insiden ini membuat Organisasi Maritim Internasional (IMO), badan maritim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghentikan sementara inisiatif pengawalan evakuasi kapal dan kargo yang sempat tertahan di kawasan tersebut.

Melansir Al Jazeera, Jumat, 26 Juni 2026, laporan serangan pertama kali diterima oleh United Kingdom Maritime Trade Operations atau UKMTO. Kapal tersebut melaporkan terkena proyektil di sisi kanan lambungnya, sekitar 14 kilometer atau 7,5 mil laut di sebelah tenggara Pelabuhan Dahit, Oman.

Sumber keamanan maritim lainnya menyebut kapal itu kemungkinan menjadi sasaran drone, meski pelaku serangan belum dapat dipastikan. Dalam laporan keamanan maritim, kapal yang terkena serangan diidentifikasi sebagai kapal kontainer berbendera Singapura bernama Ever Lovely. Kapal tersebut diperkirakan berlayar secara mandiri karena tidak berada dalam kerangka evakuasi yang dikoordinasikan IMO.

Laporan serangan ini muncul hanya beberapa jam setelah Iran memerintahkan kapal-kapal untuk tidak menggunakan rute melalui Selat Hormuz tanpa izin dari Teheran. Perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, menyebut Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC sempat memerintahkan dua kapal berbendera Panama untuk mengubah haluan pada Kamis pagi.

Setelah insiden tersebut, Otoritas Selat Teluk Persia atau PGSA yang dibentuk Iran untuk mengelola Selat Hormuz menyatakan bahwa transit di luar rute yang telah ditentukan tidak akan tercakup dalam jaminan jalur aman. Pernyataan itu mengindikasikan bahwa kapal yang melewati jalur tidak sah dapat menghadapi risiko keamanan yang lebih besar. PGSA juga menegaskan bahwa konsekuensi akibat penggunaan jalur tidak resmi menjadi tanggung jawab pemilik, operator, dan komandan kapal.

Sebelumnya, sejak Selasa, 23 Juni 2026, IMO telah memulai inisiatif untuk mengevakuasi sekitar 600 kapal dan 11.000 pelaut yang terdampar akibat penutupan Selat Hormuz selama perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Badan maritim PBB itu membantu kapal-kapal meninggalkan kawasan Teluk melalui dua jalur, yakni perairan Iran dan perairan Oman dengan pengawasan Amerika Serikat.

Namun, pada Kamis, 25 Juni 2026, IMO memutuskan menunda sementara pelaksanaan rencana evakuasi setelah muncul laporan serangan terhadap kapal berbendera Singapura. Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, menyampaikan bahwa penundaan dilakukan untuk memastikan kembali jaminan keselamatan bagi kapal-kapal dalam daftar evakuasi maupun kapal lain di wilayah tersebut. IMO menegaskan evakuasi akan dilanjutkan setelah kondisi navigasi dinyatakan aman.


Bagikan: