UEA Keluar OPEC, Minyak Meroket!
AdminNM-Newsmaker.id
Rabu, 29 April 2026 08.13

Source: Newsmaker.id
Harga minyak mentah WTI kembali menembus level psikologis US$100 per barel setelah Uni Emirat Arab mengumumkan keluar dari OPEC dan OPEC+. Keputusan tersebut memperkuat kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global, terutama di tengah konflik Iran yang belum mereda.
Mengutip Trading Economics, Rabu (29/4/2026) harga minyak mentah WTI berada di kisaran level US$100,35 per barel, naik 0,42% secara harian dan menguat 7,30% dalam sepekan. Kenaikan ini menunjukkan pasar masih menempatkan risiko pasokan sebagai faktor utama penggerak harga minyak.
Research & Development Trijaya Pratama Futures, Alwy Assegaf, menilai keputusan UEA keluar dari OPEC menjadi katalis penting bagi lonjakan harga minyak. Sebagai salah satu produsen besar di kawasan Teluk, langkah UEA dinilai dapat melemahkan koordinasi produksi OPEC+, terutama saat pasar energi sedang menghadapi tekanan geopolitik.
Dari sisi geopolitik, kebuntuan konflik Iran juga membuat distribusi energi melalui Selat Hormuz tetap terganggu. Jalur ini sangat penting karena sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati kawasan tersebut. Ketika arus distribusi tersendat, pasar langsung merespons dengan mendorong harga minyak lebih tinggi.
Menurut News Maker, kenaikan minyak di atas US$100 bukan hanya isu energi, tetapi juga dapat menjadi sinyal tekanan baru terhadap inflasi global. Harga energi yang tinggi berpotensi menaikkan biaya transportasi, produksi, hingga harga barang konsumsi. Kondisi ini dapat membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan suku bunga.
Secara teknikal, selama harga WTI mampu bertahan di atas US$98,08 per barel, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance US$101,78, kemudian US$103,72 hingga US$105,56 per barel. Namun, jika harga kembali turun dan menembus US$98,08, koreksi lanjutan berpotensi mengarah ke US$94,52 hingga US$92,26 per barel.
