Rupiah Melemah ke Rp17.250, Pasar Tetap Waspada!
AdminNM-Newsmaker.id
Selasa, 28 April 2026 06.58

Source: Newsmaker.id
Nilai tukar rupiah melemah tipis ke kisaran Rp17.250 per dolar AS pada perdagangan Selasa (28/04), setelah sebelumnya sempat menguat dalam dua hari terakhir. Pelemahan ini terjadi meski indeks dolar AS masih bergerak turun, seiring adanya upaya diplomatik baru untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Tekanan terhadap rupiah datang dari sikap hati-hati pasar menjelang rilis data ekonomi domestik pekan ini, termasuk inflasi April dan neraca perdagangan Maret. Sebelumnya, inflasi Maret melambat ke 3,48%, tetapi risiko kenaikan harga masih terbuka akibat harga minyak global yang lebih tinggi. Di sisi lain, surplus perdagangan Februari yang lebih rendah dari perkiraan juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keseimbangan eksternal Indonesia.
Sentimen fiskal turut menjadi perhatian setelah muncul kekhawatiran mengenai menyusutnya dana darurat pemerintah dan meningkatnya pembayaran utang. Meski begitu, pelemahan rupiah masih tertahan oleh komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. BI sebelumnya mempertahankan suku bunga untuk ketujuh kalinya secara beruntun, dengan pandangan bahwa rupiah masih undervalued dibandingkan fundamentalnya.
Bagi perdagangan berjangka, pergerakan rupiah yang melemah dapat meningkatkan sensitivitas pada kontrak berbasis dolar AS seperti emas, minyak, dan komoditas global lainnya. Pelaku pasar berpotensi lebih aktif menggunakan instrumen berjangka untuk lindung nilai terhadap risiko kurs, terutama ketika harga minyak dan ketegangan geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi biaya impor, inflasi, dan arah pasar keuangan domestik.
