Rupiah Ditutup Melemah, IHSG Ikut Tertekan
AdminNM-Newsmaker.id
Selasa, 28 April 2026 01.08

Source: Newsmaker.id
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dengan risiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220–Rp17.260 per dolar AS pada perdagangan Senin (27/04). Sebelumnya, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/04), setelah sempat menyentuh area Rp17.300. Pada saat yang sama, indeks dolar AS menguat tipis 0,04% ke posisi 98,81.
Berdasarkan pantauan pasar, termasuk pergerakan USD/IDR yang biasa dipantau melalui platform seperti TradingView, rupiah masih berada di area lemah karena dolar AS belum benar-benar kehilangan tenaga. Tekanan utama datang dari ketidakpastian global, arah suku bunga Amerika Serikat, dan sentimen geopolitik yang membuat investor cenderung berhati-hati terhadap aset negara berkembang.
Pelemahan rupiah dapat memberi tekanan tambahan bagi pasar saham domestik. Pada hari yang sama, IHSG ditutup 0,32% atau 22,97 poin ke level 7.106,52, dengan sektor energi dan perindustrian menjadi penekan utama. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih sensitif terhadap kombinasi pelemahan kurs, harga energi global, dan arus dana investor.
Dampak rupiah yang melemah juga bisa terasa ke sektor riil. Emiten yang bergantung pada bahan baku impor, memiliki utang dalam dolar AS, atau sensitif terhadap biaya energi berpotensi menghadapi tekanan margin. Sebaliknya, emiten berbasis ekspor dan komoditas dapat memperoleh sentimen positif karena pendapatan mereka cenderung mengikuti dolar AS. Secara keseluruhan, arah rupiah hari ini masih menjadi salah satu indikator penting bagi investor dalam membaca risiko IHSG dan stabilitas pasar keuangan Indonesia.
