Trending

IHSG Ditutup Melemah Menanti Pengumuman MSCI Besok

AdminNM-Newsmaker.id

Selasa, 23 Juni 2026 - 10.04

IHSG Ditutup Melemah Menanti Pengumuman MSCI Besok

Source: Newsmaker.id

Newsmaker.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (23/6/2026), di tengah sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pengumuman MSCI Classification yang dijadwalkan pada Rabu (24/6/2026). Pada akhir perdagangan, IHSG terkoreksi 0,25% atau turun 15,36 poin ke level 6.101,33. Sepanjang perdagangan intraday sesi kedua, IHSG sempat tertekan lebih dalam hingga menyentuh level 5.993,04.

Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia terpantau ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp32,94 triliun. Total volume perdagangan tercatat sebanyak 41,54 miliar saham yang berpindah tangan dalam 1,79 juta kali transaksi. Sebanyak 282 saham menguat, 373 saham melemah, dan 160 saham bergerak stagnan. Adapun saham yang paling ramai ditransaksikan pada perdagangan hari ini antara lain DSSA, TPIA, BBCA, BBRI, dan BMRI.

Dari sisi sektoral, sejumlah sektor masih mampu bergerak menguat, tetapi tekanan cukup dalam terlihat pada sektor energi yang terkoreksi 3,62%. Sektor lain yang ikut tertekan adalah sektor finansial dan konsumer. Secara spesifik, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), yang sebelumnya masuk periode ex-date dividen, menjadi pemberat utama IHSG dengan kontribusi pelemahan sebesar 20,66 indeks poin. Selain BYAN, saham BBCA, BMRI, dan MDKA juga ikut membebani kinerja indeks.

Pelaku pasar masih menanti keputusan MSCI terkait status pasar Indonesia, apakah tetap berada dalam kategori Emerging Market atau turun menjadi Frontier Market. Di luar sentimen tersebut, pasar juga mencermati perkembangan positif dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat melonggarkan sanksi terhadap Iran selama 60 hari. Kondisi ini membuat harga minyak dunia turun, dengan Brent pengiriman Agustus melemah 3,31% ke US$77,90 per barel dan WTI turun 2,32% ke US$74,82 per barel.

Penurunan harga minyak menjadi sentimen positif bagi Indonesia sebagai importir bersih minyak karena berpotensi menekan inflasi, menjaga stabilitas rupiah, dan memperbaiki prospek fiskal. Dari dalam negeri, pasar juga memperhatikan paket stimulus ekonomi semester II-2026 senilai Rp26,34 triliun serta rencana penerbitan Panda Bond berdenominasi yuan China yang dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS melalui mekanisme Local Currency Transaction.

Bagikan: