Trending

IHSG Melemah Menanti Keputusan MSCI Besok

AdminNM-Newsmaker.id

Selasa, 23 Juni 2026 - 02.17

IHSG Melemah Menanti Keputusan MSCI Besok

Source: Newsmaker.id

Newsmaker.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (23/6/2026), di tengah sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pengumuman MSCI Classification yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (24/6/2026). Pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di level 6.096,50 dan bergerak ke posisi 6.098,46, terkoreksi 18,23 poin atau setara 0,30%.

Pada awal perdagangan, nilai transaksi tercatat mencapai Rp261,9 miliar dengan volume 293,8 juta saham yang berpindah tangan dalam 39.100 kali transaksi. Sebanyak 201 saham menguat, 177 saham melemah, dan 581 saham lainnya bergerak stagnan.

Dalam perkembangan perdagangan pagi, tekanan terhadap IHSG masih terlihat dari pergerakan sejumlah saham dan indeks sektoral. Data bursa menunjukkan sebanyak 198 saham naik, 180 saham turun, dan 251 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 874,86 juta saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp670,42 miliar.

Dari sisi sektoral, hanya empat indeks sektoral yang mampu bertahan di zona hijau, sementara tujuh sektor lainnya masuk ke zona merah. Sektor infrastruktur menjadi indeks sektoral dengan kenaikan terbesar setelah menguat 0,26%, disusul sektor transportasi yang naik 0,22% dan sektor barang baku yang menguat 0,20%. Sementara itu, pelemahan terdalam terjadi pada sektor barang konsumen nonsiklikal yang turun 0,62%, sektor energi melemah 0,58%, dan sektor keuangan terkoreksi 0,37%.

Pelaku pasar masih mencermati pengumuman MSCI Classification yang akan menentukan status pasar Indonesia. Fokus utama investor tertuju pada apakah Indonesia tetap berada dalam kategori Emerging Market atau berisiko turun menjadi Frontier Market. Ketidakpastian tersebut membuat sebagian pelaku pasar memilih menahan diri dan lebih berhati-hati dalam mengambil posisi.

Selain faktor MSCI, sejumlah sentimen penting juga diperkirakan memengaruhi arah IHSG pada perdagangan hari ini. Dari eksternal, sentimen positif datang dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah hubungan Amerika Serikat dan Iran menunjukkan perkembangan yang lebih kondusif. AS resmi melonggarkan sanksi terhadap Iran selama 60 hari setelah putaran awal perundingan damai menunjukkan kemajuan signifikan.

Respons pasar terhadap perkembangan tersebut langsung terlihat pada harga minyak dunia. Harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus ditutup turun 3,31% ke level US$77,90 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate melemah 2,32% menjadi US$74,82 per barel. Penurunan harga minyak menjadi sentimen positif bagi Indonesia sebagai negara importir bersih minyak karena berpotensi mengurangi tekanan inflasi, menjaga stabilitas rupiah, dan memperbaiki prospek fiskal pemerintah.

Dari dalam negeri, pasar juga mencermati paket stimulus ekonomi semester II-2026 senilai Rp26,34 triliun yang baru diumumkan pemerintah. Stimulus tersebut mencakup bantuan pangan, program magang nasional, diskon transportasi, subsidi tiket pesawat, hingga insentif bagi sektor industri. Selain itu, rencana pemerintah menerbitkan Panda Bond atau surat utang berdenominasi yuan China juga menjadi perhatian karena dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan membantu meredam tekanan rupiah melalui mekanisme transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction. 

Bagikan: