BNI Cetak Laba Hingga Rp5,6 Triliun
AdminNM-Newsmaker.id
Rabu, 29 April 2026 13.18

Source: Newsmaker.id
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI membukukan laba bersih Rp5,6 triliun pada kuartal I 2026. Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan kredit, kenaikan dana murah, kualitas aset yang terjaga, serta kontribusi layanan digital perseroan.
CASA BNI tumbuh 26,6% secara tahunan menjadi Rp731,6 triliun pada Maret 2026. Pertumbuhan ini didorong kenaikan giro 39,7% dan tabungan 10,4%, sejalan dengan penguatan platform digital BNIdirect dan wondr by BNI.
Dari sisi intermediasi, kredit BNI tumbuh 20,1% secara tahunan menjadi Rp919,3 triliun. Pertumbuhan tersebut ikut mendorong pendapatan bunga bersih naik 12,1% dan pendapatan non-bunga meningkat 12,6%, sementara PPOP tercatat Rp9,3 triliun.
Kualitas aset juga tetap terkendali dengan rasio NPL di level 1,9%, Loan at Risk 8,6%, dan credit cost 1,1%. Fundamental likuiditas dan modal masih sehat, tercermin dari LDR 83,5% dan KPMM 18,5%.
Sebagai pembanding bagi investor, sepanjang 2025 BNI mencatat laba bersih Rp20,04 triliun, pendapatan Rp69,39 triliun, total aset Rp1.362,05 triliun, ekuitas Rp176,34 triliun, EPS Rp542,75, PER 8,53 kali, PBV 0,97 kali, ROA 1,47%, dan ROE 11,36%.
Dengan pertumbuhan kredit yang agresif, CASA yang kuat, serta NPL rendah, BBNI masih menarik dicermati investor. Namun, tekanan margin bunga, biaya dana, kualitas kredit, serta kondisi suku bunga dan geopolitik global tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.
