Trending

Rupiah Tertekan Jelang The Fed, BI Jadi Sorotan

AdminNM-Newsmaker23

Senin, 14 September 2026 - 13.11

Rupiah Tertekan Jelang The Fed, BI Jadi Sorotan

Source: Newsmaker23

Nilai tukar rupiah melemah pada perdagangan Senin dan dibuka di sekitar Rp17.614 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah datang dari penguatan dolar serta meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini.

Sentimen tersebut diperkuat oleh yield Treasury AS yang masih bergerak dekat 5% dan Dollar Index yang bertahan di sekitar level 99. Tingginya imbal hasil aset dolar membuat investor cenderung memilih instrumen keuangan Amerika Serikat sehingga mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mendapat tekanan.

Lonjakan harga minyak juga menjadi risiko tambahan bagi rupiah. Harga minyak yang bertahan di atas US$100 per barel berpotensi meningkatkan biaya impor energi Indonesia dan menambah tekanan terhadap inflasi maupun neraca perdagangan jika kondisi tersebut berlangsung lama.

Situasi ini dapat membuat Bank Indonesia lebih berhati-hati dalam menentukan arah suku bunga. Jika The Fed kembali menaikkan bunga dan tekanan terhadap rupiah berlanjut, ruang BI untuk melonggarkan kebijakan menjadi semakin terbatas. BI bahkan dapat mempertahankan kebijakan yang lebih ketat untuk menjaga stabilitas rupiah dan aliran modal asing.

Pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan akan sangat dipengaruhi keputusan The Fed, harga minyak, dan yield Treasury AS. Jika dolar kembali menguat setelah keputusan The Fed, rupiah berisiko tetap tertekan dan pasar akan semakin memperhitungkan kemungkinan Bank Indonesia mempertahankan sikap hawkish untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Bagikan: