Rupiah Lanjut Menguat, Pasar Waspadai Lonjakan Minyak
AdminNM-Newsmaker.id
Rabu, 9 September 2026 - 14.45

Source: Newsmaker.id
Nilai tukar rupiah kembali menguat pada perdagangan Rabu (9/9), bergerak di bawah Rp17.600 per dolar AS. Penguatan tersebut melanjutkan tren positif beberapa sesi terakhir, didukung optimisme terhadap kondisi eksternal Indonesia dan meningkatnya keyakinan bahwa cadangan devisa masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.
Cadangan devisa Indonesia naik ke level tertinggi dalam lima bulan pada Agustus, ditopang penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Kondisi tersebut memperkuat persepsi bahwa Indonesia masih memiliki bantalan yang memadai untuk menghadapi tekanan eksternal, termasuk volatilitas dolar AS dan arus modal global.
Sentimen domestik juga membaik setelah indeks kepercayaan konsumen mencapai level tertinggi dalam tiga bulan pada Agustus. Kenaikan tersebut didukung membaiknya kondisi keuangan rumah tangga dan prospek ekonomi yang lebih positif. Kondisi ini ikut memperkuat ekspektasi bahwa konsumsi domestik masih dapat menopang pertumbuhan ekonomi.
Namun, ruang penguatan rupiah masih dibatasi oleh kenaikan harga minyak yang mendekati US$100 per barel. Sebagai negara pengimpor minyak, kenaikan harga energi dapat meningkatkan tekanan terhadap anggaran negara, memperlebar beban subsidi dan impor, serta memperbesar risiko inflasi apabila berlangsung dalam waktu lama.
Pemerintah juga meningkatkan intervensi untuk menjaga stabilitas harga pangan setelah inflasi tahunan meningkat menjadi 3,19% pada Agustus. Kenaikan inflasi membuat pasar semakin mencermati bagaimana pemerintah dan Bank Indonesia menjaga stabilitas harga tanpa menekan pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi global, Dollar Index mulai stabil setelah melemah dalam beberapa sesi sebelumnya. Harga minyak yang tinggi kembali memicu kekhawatiran inflasi AS dan mengurangi ekspektasi pelonggaran agresif oleh Federal Reserve. Kondisi tersebut dapat membatasi penguatan rupiah apabila dolar kembali mendapat dukungan dari prospek suku bunga tinggi.