Trending

IHSG Tertekan, Menuju Penurunan Mingguan Tajam

AdminNM-Newsmaker.id

Jumat, 11 September 2026 - 10.36

IHSG Tertekan, Menuju Penurunan Mingguan Tajam

Source: Newsmaker.id

Indeks Harga Saham Gabungan kembali melemah pada perdagangan Jumat (11/9) dan berada di jalur mencatat penurunan mingguan yang cukup tajam. IHSG sempat turun sekitar 1,4% atau 90 poin ke area 6.502 pada perdagangan pagi, melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut sekaligus menyentuh level terendah dalam sekitar dua pekan.

Tekanan terhadap pasar saham Indonesia datang dari memburuknya sentimen global. Wall Street kembali ditutup melemah setelah harga minyak melonjak dan yield Treasury AS meningkat tajam. Yield obligasi AS tenor 10 tahun bergerak mendekati 5%, sementara kenaikan Producer Price Index AS memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya.

Harga minyak juga menjadi perhatian utama investor domestik. Brent masih bergerak di atas US$100 per barel, bahkan sempat mendekati US$110 akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Bagi Indonesia yang masih menjadi net importir minyak, harga energi yang tinggi dapat meningkatkan biaya impor, memberikan tekanan terhadap anggaran pemerintah, serta memperbesar risiko inflasi.

Mayoritas sektor saham domestik bergerak melemah, terutama sektor kesehatan, barang konsumsi siklikal, bahan baku, dan transportasi. Sejumlah saham yang mengalami tekanan cukup besar antara lain Charoen Pokphand yang turun sekitar 3,7%, Japfa Comfeed melemah 3%, serta ESSA Industries yang turun sekitar 2,9%.

Meski demikian, tekanan terhadap IHSG sedikit tertahan oleh data penjualan ritel Indonesia yang kembali tumbuh pada Juli untuk pertama kalinya dalam empat bulan. Data tersebut memberikan sinyal bahwa konsumsi masyarakat masih menunjukkan perbaikan setelah pemerintah menjalankan sejumlah kebijakan untuk menjaga daya beli rumah tangga.

Secara mingguan, pasar saham Indonesia berada di jalur melemah sekitar 2% setelah menguat pada pekan sebelumnya. Pergerakan IHSG selanjutnya masih akan sangat dipengaruhi harga minyak global, arah yield Treasury AS, serta rilis CPI Amerika Serikat yang dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.(CP)

Bagikan: