Rupiah Tembus 17.300, Pasar Waspada Risiko Fiskal dan Data
AdminNM-Newsmaker.id
Rabu, 29 April 2026 05.09

Source: Newsmaker.id
Rupiah melemah melewati Rp17.300 per dolar pada hari Rabu, memperpanjang pelemahan untuk sesi kedua di tengah meningkatnya kekhawatiran fiskal. Media lokal melaporkan pemerintah menghadapi tekanan pendanaan, dengan cadangan darurat yang disebut dengan cepat menipisnya pembayaran utang yang meningkat di tengah musim gugur.
Kewaspadaan juga naik menjelang rilis data domestik penting pekan ini, termasuk CPI April dan neraca dagang Maret. Inflasi Maret mencapai 3,48%, namun risiko kenaikan kembali muncul dari harga minyak global yang lebih tinggi. Dari sisi eksternal, surplus dagang Februari disebut di bawah perkiraan karena menambahkan impor, menambah tekanan pada neraca eksternal.
Tekanan rupiah diperkuat turunnya cadangan devisa yang disebut turun ke level terendah hampir dua tahun pada bulan Maret. Pelaku pasar juga terlihat mulai meragukan efektivitas sinyal dukungan Bank Indonesia setelah BI menahan suku bunga untuk ketujuh kali berturut-turut, menimbulkan pertanyaan soal ruang kebijakan di tengah volatilitas.
Dari global, indeks dolar AS relatif stabil menjelang keputusan The Fed yang diumumkan hari ini. Agenda ini menahan pasar dalam mode wait-and-see karena berpotensi mempengaruhi arah dolar, imbal hasil, dan arus modal ke pasar negara berkembang.(asd)
