Trending

Pegadaian Umumkan ETS Siap Meluncur di Semester II/2026

AdminNM-Newsmaker.id

Jumat, 12 Juni 2026 - 16.29

Pegadaian Umumkan ETS Siap Meluncur di Semester II/2026

Source: Newsmaker.id

Newsmaker.id - PT Pegadaian resmi bergabung sebagai Pemegang Rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI dalam rangka persiapan peluncuran produk Exchange Traded Fund atau ETF Emas pada semester II/2026. Melalui kerja sama ini, Pegadaian akan berperan sebagai penyedia sekaligus penyimpan emas fisik yang menjadi aset dasar produk ETF Emas.

KSEI akan mendukung produk tersebut melalui infrastruktur pencatatan dan penyelesaian transaksi lewat sistem Central Depository and Book-Entry Settlement System atau C-BEST. Kehadiran ETF Emas diharapkan membuat masyarakat bisa berinvestasi emas dengan cara yang lebih mudah, karena transaksi dilakukan melalui mekanisme pasar modal tanpa harus menyimpan emas fisik secara langsung.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menyampaikan bahwa sinergi Pegadaian dan KSEI menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pencatatan aset investasi. Kolaborasi ini juga dinilai dapat menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekosistem bullion Indonesia agar lebih terintegrasi dengan pasar modal nasional maupun global.

Produk ETF Emas nantinya akan menggunakan Electronic Gold Receipt atau EGR sebagai underlying asset. EGR merupakan bukti kepemilikan emas digital yang dijamin oleh emas fisik dan dicatat secara elektronik dalam sistem KSEI. Dengan mekanisme ini, setiap unit investasi ETF Emas yang diperdagangkan akan tetap memiliki dukungan aset emas fisik yang tersimpan di Pegadaian.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan telah memberikan persetujuan kepada Pegadaian untuk menjadi Pemegang Rekening KSEI pada 27 April 2026. Dengan status tersebut, Pegadaian dapat langsung mencatatkan EGR ke dalam sistem KSEI, sehingga proses pencatatan, pemindahbukuan, hingga rekonsiliasi antara emas fisik dan aset digital dapat berjalan lebih efisien, transparan, dan teradministrasi dengan baik.

Momentum peluncuran ETF Emas juga didukung oleh tren positif harga emas. Sepanjang 2025, investasi emas mencatatkan imbal hasil mencapai 56,7% dalam denominasi rupiah, menjadikannya salah satu instrumen dengan kinerja terbaik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Potensi pasarnya juga dinilai besar karena Indonesia merupakan salah satu produsen emas terbesar dunia, dengan produksi mencapai 132,5 ton dan sumber daya emas sekitar 2.600 ton.

Dari sisi pasar modal, peluang ETF Emas semakin terbuka karena jumlah investor domestik terus bertambah. Jumlah investor pasar modal naik dari 7,49 juta pada 2021 menjadi 20,35 juta pada akhir 2025, dan mencapai 28,19 juta hingga 8 Juni 2026. Selain menjadi instrumen investasi, ETF Emas juga berpotensi dimanfaatkan sebagai agunan melalui produk Pegadaian Gadai Efek, sehingga investor bisa memperoleh akses pembiayaan tanpa harus menjual aset investasinya. Kehadiran produk ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pendalaman pasar modal Indonesia dan penguatan ekosistem bullion nasional.

Bagikan: