Bursa Asia Merah, IHSG Waspadai Tekanan di Awal Pekan
AdminNM-Newsmaker.id
Senin, 14 September 2026 - 09.27

Source: Newsmaker.id
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bersiap membuka perdagangan Senin (14/9) di tengah tekanan sentimen global. Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup melemah 0,73% ke level 6.541,38 dan mencatat penurunan sekitar 1,43% sepanjang pekan.
Tekanan utama datang dari lonjakan harga minyak setelah Arab Saudi menghentikan sementara pipa East-West menyusul serangan di kawasan tersebut. Brent bergerak di atas US$106 per barel, sementara WTI berada di atas US$102 per barel. Kenaikan minyak menjadi perhatian bagi Indonesia karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan beban impor energi.
Sentimen regional juga cenderung negatif. Bursa saham Asia bergerak melemah pada Senin pagi seiring investor mencermati konflik Timur Tengah, harga energi, serta keputusan suku bunga sejumlah bank sentral utama pekan ini.
Pasar juga menunggu keputusan Federal Reserve. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS masih tinggi setelah data inflasi menunjukkan tekanan harga belum sepenuhnya mereda. Kondisi tersebut berpotensi menjaga dolar dan yield obligasi AS tetap kuat sehingga dapat membatasi minat investor terhadap aset berisiko.
IHSG berpotensi bergerak volatil pada awal pekan karena tekanan harga minyak dan ekspektasi pengetatan The Fed masih dominan. Area 6.448 menjadi salah satu support yang perlu diperhatikan, sementara resistance terdekat berada di sekitar 6.633. Arah awal perdagangan akan sangat bergantung pada respons investor terhadap lonjakan minyak dan pergerakan bursa Asia.