IHSG Melemah di Tengah Tekanan Global
AdminNM-Newsmaker.id
Kamis, 10 September 2026 - 12.43

Source: Newsmaker.id
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada perdagangan Kamis (10/9), setelah sempat menguat pada awal sesi dan menembus level 6.700. Berdasarkan data perdagangan terbaru yang tersedia, IHSG bergerak di sekitar 6.670, turun tipis dari penutupan sebelumnya di 6.678,20. Indeks sempat menyentuh level tertinggi intraday sekitar 6.712.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG sebenarnya sempat memperoleh momentum positif. Sekitar pukul 09.02 WIB, indeks menguat sekitar 0,29% ke 6.697,75, dengan mayoritas saham berada di zona hijau. Sektor teknologi, energi, dan bahan baku menjadi beberapa sektor yang memberikan dukungan pada awal perdagangan.
Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama seiring meningkatnya tekanan dari pasar global. Mayoritas bursa Asia bergerak melemah setelah harga minyak Brent bertahan di atas US$100 per barel, memicu kembali kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan prospek suku bunga global. Indeks MSCI Asia Pasifik turun sekitar 1%, sementara Nikkei Jepang dan Kospi Korea Selatan juga mengalami tekanan.
Lonjakan harga minyak menjadi salah satu sentimen utama yang membebani pasar. Brent diperdagangkan sekitar US$101 per barel setelah konflik di Timur Tengah kembali meningkat dan serangan terhadap jalur pelayaran menambah kekhawatiran mengenai gangguan pasokan energi. Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan biaya produksi dan tekanan inflasi, sehingga dapat menjadi sentimen negatif bagi sejumlah sektor saham.
Tekanan juga datang dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,84%, mendekati level tertinggi sejak 2023, setelah program buyback obligasi jangka panjang pemerintah AS dinilai belum cukup besar untuk meredakan tekanan di pasar obligasi. Yield yang tinggi cenderung mengurangi daya tarik aset berisiko seperti saham.
Untuk perdagangan selanjutnya, IHSG berpotensi tetap bergerak volatil dengan area 6.600 sebagai support dan 6.750 sebagai resistance. Selama indeks mampu bertahan di atas 6.600, peluang konsolidasi dan rebound masih terbuka. Namun, harga minyak yang tetap tinggi, kenaikan yield global, serta rilis data inflasi AS menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor hingga penutupan perdagangan.(CP)