Trending

Freeze MSCI Belum Dicabut, Cek Langkah OJK

AdminNM-Newsmaker.id

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22.12

Freeze MSCI Belum Dicabut, Cek Langkah OJK

Source: Newsmaker.id

Newsmaker.id - Otoritas Jasa Keuangan berharap Morgan Stanley Capital International atau MSCI dapat menilai secara objektif peningkatan transparansi pasar modal Indonesia. Harapan ini muncul menjelang pengumuman rebalancing saham MSCI, di tengah status pembekuan atau freeze yang masih berlaku terhadap pasar saham Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan OJK bersama pimpinan dan tim teknis terus menjalin komunikasi intensif dengan penyedia indeks global, termasuk MSCI dan FTSE Russell. Komunikasi tersebut dilakukan untuk menjelaskan berbagai langkah perbaikan yang telah dijalankan di pasar modal domestik.

Menurut Hasan, perbaikan transparansi dilakukan sebagai respons atas masukan dari penyedia indeks global maupun investor. Status freeze yang berlaku sejak Maret lalu menjadi salah satu alasan OJK dan Bursa Efek Indonesia mempercepat penyempurnaan keterbukaan data di pasar saham Indonesia.

OJK telah meluncurkan sejumlah perbaikan, mulai dari penyesuaian kriteria pemicu penghitungan high shareholding concentration, pengungkapan porsi kepemilikan saham di atas 1%, hingga perincian klasifikasi investor dari bulan ke bulan. Langkah ini ditujukan untuk mempermudah penghitungan porsi saham publik atau free float serta memperkuat kredibilitas emiten.

Kebijakan transparansi tersebut juga diharapkan membantu investor ritel domestik yang memiliki keterbatasan kapasitas riset. Dengan informasi kepemilikan saham yang lebih terbuka dan terperinci, investor dapat lebih mudah memantau struktur kepemilikan emiten serta menilai kualitas saham yang masuk dalam perhatian pasar.

Hasan berharap MSCI dapat memberikan penilaian yang adil terhadap pasar modal Indonesia dan segera mencabut status freeze. Jika pembekuan dicabut, peluang saham-saham emiten berkualitas di Bursa Efek Indonesia untuk masuk ke dalam konstituen indeks global akan semakin terbuka.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, juga menyampaikan bahwa BEI bersama OJK dan self-regulatory organization telah mengomunikasikan seluruh aksi reformasi kepada MSCI maupun investor global. Meski keputusan akhir tetap berada di tangan penyedia indeks global, pasar kini menunggu apakah langkah reformasi transparansi Indonesia dapat menjadi sinyal positif dalam proses rebalancing berikutnya. 

Bagikan: