Trending

Mayoritas Mata Uang Asia Menguat, Rupiah Naik 0,11%

AdminNM-Newsmaker.id

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11.18

Mayoritas Mata Uang Asia Menguat, Rupiah Naik 0,11%

Source: Newsmaker.id

Newsmaker.id — Mayoritas mata uang Asia bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (30/10). Penguatan dipimpin ringgit Malaysia dan won Korea Selatan, sementara rupiah juga ikut menguat tipis ke level Rp18.105 per dolar AS. Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan terhadap sejumlah mata uang kawasan mulai mereda.

Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar, yakni naik 0,32% ke level 4,044 per dolar AS. Selanjutnya, won Korea Selatan menguat 0,17% menjadi 1.336,98 per dolar AS. Yen Jepang juga naik 0,14% ke 157,47 per dolar AS, sedangkan dolar Singapura menguat 0,12% ke 1,278 per dolar AS.

Penguatan juga terjadi pada sejumlah mata uang lainnya. Yuan China naik 0,03% menjadi 6,659 per dolar AS, baht Thailand menguat 0,04% ke 33,685 per dolar AS, dan peso Filipina naik 0,05% menjadi 63,619 per dolar AS. Sementara itu, rupee India relatif stagnan di level 95,26 per dolar AS. Di tengah penguatan mayoritas mata uang kawasan, dolar Taiwan justru melemah 0,54% ke 32,667 per dolar AS.

Rupiah sendiri menguat 0,11% menjadi Rp18.105 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp18.125 per dolar AS. Penguatan rupiah yang sejalan dengan mayoritas mata uang Asia menunjukkan adanya perbaikan sentimen terhadap aset kawasan, meskipun pergerakannya masih relatif terbatas. Investor tetap perlu mencermati perkembangan dolar AS dan sentimen global yang dapat memengaruhi arus modal ke pasar negara berkembang.

Pergerakan mata uang Asia selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter AS, kondisi ekonomi global, serta persepsi investor terhadap risiko di kawasan. Jika tekanan dolar AS berlanjut dan sentimen terhadap aset Asia membaik, ruang penguatan mata uang regional termasuk rupiah dapat semakin terbuka. Namun, ketahanan rupiah tetap akan bergantung pada arus modal asing, kondisi pasar domestik, serta stabilitas eksternal Indonesia. (srh) 

Bagikan: