Trending

Rupiah Melemah, Mata Uang Asia Justru Menguat

AdminNM-Newsmaker.id

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16.05

Rupiah Melemah, Mata Uang Asia Justru Menguat

Source: Newsmaker.id

Newsmaker.id — Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (30/10/2026), berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang Asia yang justru bergerak menguat. Rupiah ditutup turun 0,06% ke level Rp18.147 per dolar AS. Sementara itu, ringgit Malaysia menguat 0,12%, yuan China naik 0,07%, rupee India menguat 0,21%, serta won Korea Selatan melonjak 0,59%.

Penguatan juga terjadi pada sejumlah mata uang kawasan lainnya. Peso Filipina naik 0,17%, dolar Singapura menguat 0,16%, dolar Hong Kong naik 0,01%, dan yen Jepang bertambah 0,10%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah pada perdagangan kali ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor domestik dibandingkan pergerakan mata uang regional secara keseluruhan.

Dari dalam negeri, ketidakpastian politik menjadi salah satu perhatian pasar. Gelombang demonstrasi di sejumlah kota dinilai dapat meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas ekonomi dan kebijakan pemerintah. Jika ketegangan politik dapat dikelola dengan baik, kepercayaan investor berpotensi kembali pulih. Sebaliknya, kondisi yang berlarut-larut berisiko meningkatkan tekanan terhadap rupiah, IHSG, investasi, dan perekonomian Indonesia.

Selain faktor politik, pasar juga mulai mencermati potensi kenaikan inflasi domestik menjelang rilis data inflasi Oktober 2026. Inflasi yang lebih tinggi dapat memengaruhi prospek kebijakan suku bunga Bank Indonesia. Dari eksternal, indeks harga PCE inti AS tercatat naik 0,3% secara bulanan dan 3,1% secara tahunan sesuai ekspektasi pasar. Di sisi lain, ekonomi AS tumbuh 3,4% pada kuartal III-2026, lebih tinggi dari perkiraan sehingga memperkuat perhatian pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada Desember.

Ke depan, pergerakan rupiah masih akan sangat bergantung pada kombinasi sentimen domestik dan kebijakan moneter AS. Untuk perdagangan berikutnya, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif pada kisaran Rp18.140-Rp18.190 per dolar AS, sementara untuk pekan depan berada dalam rentang Rp18.000-Rp18.320 per dolar AS. Investor akan mencermati perkembangan inflasi Indonesia, stabilitas politik, arus modal asing, serta arah kebijakan The Fed sebagai penentu utama pergerakan rupiah selanjutnya.

Bagikan: