Panas Ekstrem dan Geopolitik Angkat Gandum ke Level US$7 Per Gantang
AdminNM-Newsmaker.id
Jumat, 24 Juli 2026 - 14.21

Source: Newsmaker.id
Newsmaker.id - Harga gandum berjangka melonjak lebih dari 1% ke atas level US$7 per gantang pada akhir Juli. Kenaikan ini membawa harga gandum ke level tertinggi sejak Juli 2023, dipicu oleh memburuknya ketegangan geopolitik dan kondisi cuaca ekstrem yang meningkatkan kekhawatiran pasokan.
Sentimen geopolitik kembali menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa Washington akan meminta pertanggungjawaban Iran atas serangan lanjutan kelompok Houthi. Peringatan itu muncul setelah Houthi Yaman mengklaim telah menargetkan dua kapal tanker minyak Arab Saudi yang disebut melanggar blokade maritim mereka.
Serangan tersebut menjadi yang pertama sejak kelompok yang didukung Iran itu mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan lebih luas pada jalur energi dan pelayaran global, yang dapat ikut memengaruhi rantai pasok komoditas.
Dari sisi cuaca, harga gandum juga mendapat dukungan dari gelombang panas yang menekan prospek panen di Prancis dan Jerman. Produksi biji-bijian Uni Eropa bahkan diperkirakan turun lebih dari 9% tahun ini, menjadi kontraksi tahunan terdalam dalam lebih dari dua dekade.
Tekanan cuaca juga terjadi di Amerika Serikat. Suhu ekstrem di North Dakota, salah satu negara bagian utama penghasil gandum musim semi AS, meningkatkan tekanan pada tanaman dan memicu kekhawatiran terhadap potensi penurunan hasil panen. Kombinasi risiko geopolitik dan cuaca ekstrem membuat harga gandum tetap rentan bergerak tinggi.