Trending

Panda Bond RI Laris, Permintaan Tembus Rp44,9 Triliun

AdminNM-Newsmaker.id

Jumat, 24 Juli 2026 - 07.45

Panda Bond RI Laris, Permintaan Tembus Rp44,9 Triliun

Source: Newsmaker.id

Newsmaker.id - Kementerian Keuangan resmi merampungkan penerbitan surat berharga negara valas berdenominasi renminbi yuan atau Panda Bond senilai 7 miliar yuan di pasar domestik China pada Kamis, 23 Juli 2026. Nilai tersebut setara dengan sekitar US$1 miliar atau sekitar Rp18,5 triliun dengan asumsi kurs Rp2.646 per yuan.

Berdasarkan data Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, total permintaan investor dalam penerbitan perdana Panda Bond Indonesia mencapai 17 miliar yuan. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp44,9 triliun, sehingga mencerminkan bid-to-cover ratio sebesar 2,4 kali.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan prospek penerbitan Panda Bond didukung oleh peringkat kredit AAA dengan outlook stabil dari lembaga pemeringkat China, Lianhe Rating Co. Ltd. Menurutnya, penilaian tersebut menunjukkan bahwa kebijakan fiskal pemerintah dijalankan secara prudent dan hati-hati.

Purbaya menegaskan kebijakan fiskal tetap diarahkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada kuartal I-2026 dan memperkirakan pertumbuhan kuartal II-2026 masih berada di atas 5%. Pemerintah juga meyakini pertumbuhan pada semester II-2026 berpeluang lebih kuat karena likuiditas dalam sistem perekonomian dijaga tetap cukup.

Hingga semester I-2026, realisasi pembiayaan utang APBN mencapai Rp477,4 triliun atau 57,4% dari target Rp832,2 triliun. Realisasi tersebut terdiri atas penerbitan SBN sebesar Rp501,2 triliun yang dikurangi pembayaran pinjaman sebesar Rp23,8 triliun. Pemerintah menilai pasar obligasi domestik China menjadi alternatif penting dalam strategi diversifikasi pembiayaan, sementara peringkat AAA mencerminkan penilaian positif terhadap fundamental ekonomi Indonesia, termasuk kondisi fiskal, rasio utang terhadap PDB yang relatif rendah, dan posisi cadangan devisa. 

Bagikan: