Trending

Serangan Kapal Picu Kekhawatiran Pasokan Gandum

AdminNM-Newsmaker.id

Jumat, 17 Juli 2026 - 14.26

Serangan Kapal Picu Kekhawatiran Pasokan Gandum

Source: Newsmaker.id

Newsmaker.id - Harga gandum bergerak melemah terbatas pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, setelah mencatat reli tajam dalam beberapa sesi sebelumnya. Harga acuan gandum berada di sekitar 669,57 sen AS per bushel atau turun sekitar 0,77% secara harian. Meski terkoreksi, harga gandum masih naik sekitar 10,54% dalam sebulan dan 22,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Koreksi tersebut lebih mencerminkan aksi ambil untung setelah harga melonjak akibat meningkatnya serangan Rusia dan Ukraina terhadap kapal serta infrastruktur pelabuhan di kawasan Laut Hitam dan Laut Azov. Pada perdagangan sebelumnya, gandum Chicago sempat melonjak sekitar 5%, sedangkan gandum Eropa di Paris naik 7% karena pasar mengkhawatirkan terganggunya jalur ekspor dari dua negara pemasok utama dunia tersebut.

Risiko pasokan semakin besar setelah aktivitas pengiriman melalui jalur Don–Azov sempat dihentikan. Jalur tersebut menangani hingga seperempat ekspor gandum Rusia, sementara kapasitas ekspor biji-bijian Ukraina melalui pelabuhan Laut Hitam dilaporkan telah berkurang sekitar sepertiga. Gangguan pelayaran dan meningkatnya biaya asuransi membuat pembeli berpotensi beralih ke pasokan dari Uni Eropa, Amerika Serikat, atau negara eksportir lainnya.

Prospek pasokan global juga mulai mengetat. Produksi gandum dunia untuk musim 2026/2027 diperkirakan berada sekitar 0,8% di bawah konsumsi, berbalik dari surplus 2,3% pada musim sebelumnya. Luas tanam gandum Amerika Serikat juga diperkirakan menjadi yang terendah sejak 1919, sehingga gangguan cuaca atau produksi di negara eksportir utama dapat memicu kenaikan harga yang lebih besar.

Dampak terhadap Pasar : 

Kenaikan harga gandum berpotensi meningkatkan biaya produksi tepung, roti, mi, pakan ternak, dan berbagai produk makanan olahan. Negara yang bergantung pada impor gandum dapat menghadapi kenaikan biaya impor serta tekanan inflasi pangan apabila gangguan pengiriman dari Laut Hitam berlangsung lama.

Bagi pasar komoditas, harga gandum masih berpeluang bergerak volatil. Meredanya konflik dan normalisasi pengiriman dapat memicu koreksi lanjutan, sedangkan serangan baru terhadap pelabuhan, kapal, atau jalur ekspor Rusia–Ukraina dapat kembali mendorong harga menuju level yang lebih tinggi.(CP)

Bagikan: