Trending

Laba Energi Mega Persada (ENRG) Melonjak 31%, Tembus US$72 Juta

AdminNM-Newsmaker.id

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14.45

Laba Energi Mega Persada (ENRG) Melonjak 31%, Tembus US$72 Juta

Source: Newsmaker.id

Newsmaker.id  — PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan kinerja positif sepanjang Januari-September 2026. Emiten Grup Bakrie tersebut membukukan laba bersih sebesar US$72 juta atau sekitar Rp1,26 triliun, meningkat 31% dibandingkan US$55 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan bersih yang mencapai US$426 juta atau sekitar Rp7,42 triliun, tumbuh 18% secara tahunan.

Kinerja operasional ENRG juga menunjukkan perbaikan yang cukup kuat. Laba usaha perseroan meningkat 44% YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Kondisi tersebut mendorong margin operasional meningkat menjadi 37%, dari sebelumnya 30%. Perbaikan margin menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya menghasilkan peningkatan pendapatan, tetapi juga memberikan kontribusi lebih besar terhadap profitabilitas perusahaan.

Dari sisi strategi bisnis, ENRG kini berfokus mempercepat monetisasi sejumlah temuan minyak dan gas bumi (migas) untuk meningkatkan produksi serta menopang pertumbuhan bisnis. Dalam 18 bulan terakhir, perseroan mencatat tiga temuan minyak dengan estimasi masing-masing 31 juta barel di Blok Malacca Strait, 20 juta barel di Blok Bentu, dan 15 juta barel di Blok South CPP. Temuan di Blok Bentu dan Malacca Strait telah mulai diproduksikan, sementara Blok South CPP ditargetkan segera masuk tahap produksi.

Langkah tersebut menjadi penting karena monetisasi cadangan baru dapat menjadi sumber pertumbuhan produksi sekaligus memperkuat prospek pendapatan ENRG ke depan. Selain mengoptimalkan aset yang sudah dimiliki, perseroan juga mulai mengejar pertumbuhan secara anorganik melalui akuisisi aset migas baru, baik di dalam maupun luar negeri. Salah satu langkah yang disiapkan adalah investasi di HighPeak Energy Inc., perusahaan migas yang tercatat di Nasdaq dan beroperasi di Texas, Amerika Serikat.

Dengan kombinasi pertumbuhan pendapatan, peningkatan margin operasional, serta percepatan pengembangan aset migas, ENRG memiliki sejumlah katalis untuk mempertahankan momentum kinerja hingga akhir 2026. Namun, kemampuan perseroan mengonversi temuan migas menjadi produksi dan arus kas tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Jika ekspansi aset dan monetisasi temuan berjalan sesuai rencana, strategi tersebut berpotensi memperkuat pertumbuhan bisnis ENRG dalam jangka menengah. (srh) 

Bagikan: