Trending

Laba Sido Muncul Anjlok 24,4%, Penjualan Ikut Tertekan

AdminNM-Newsmaker.id

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15.02

Laba Sido Muncul Anjlok 24,4%, Penjualan Ikut Tertekan

Source: Newsmaker.id

Solid Gold Berjangka - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan kinerja yang kurang menggembirakan sepanjang Januari-September 2026. Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp619,1 miliar, turun 24,4% secara tahunan dibandingkan Rp818,54 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pelemahan laba tersebut sejalan dengan penurunan penjualan perseroan yang mencapai Rp2,5 triliun atau turun 8,4% YoY.

Tekanan terhadap penjualan terjadi ketika beban pokok penjualan justru meningkat 1% menjadi Rp1,19 triliun. Kondisi tersebut membuat laba bruto SIDO turun 15,7% menjadi Rp1,3 triliun dari Rp1,55 triliun pada September 2025. Penurunan laba bruto menunjukkan tekanan terhadap profitabilitas perseroan semakin terasa ketika pertumbuhan pendapatan mengalami perlambatan.

Dari sisi operasional, beban penjualan dan pemasaran sebenarnya turun 2,6% menjadi Rp401,44 miliar. Namun, beban umum dan administrasi meningkat 11,5% menjadi Rp155,73 miliar. SIDO juga mencatatkan kenaikan pendapatan lain-lain sebesar 46,2% menjadi Rp48,01 miliar, tetapi tambahan tersebut belum mampu mengimbangi tekanan pada bisnis utama. Alhasil, laba usaha turun 23,3% menjadi Rp788,01 miliar.

Pelemahan juga terlihat pada laba sebelum pajak yang turun 23,8% menjadi Rp802,51 miliar. Sementara itu, beban pajak penghasilan neto turun 21,7% menjadi Rp183,41 miliar. Dari sisi neraca, total aset SIDO per September 2026 mencapai Rp3,65 triliun atau turun 0,9% dari akhir 2025. Namun, total liabilitas justru turun cukup signifikan sebesar 33,4% menjadi Rp374,23 miliar, sementara ekuitas meningkat 4,9% menjadi Rp3,27 triliun.

Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar SIDO turun 23,5% menjadi Rp21,04 dari Rp27,52 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan penjualan menjadi faktor utama yang menekan laba perseroan sepanjang sembilan bulan pertama 2026, sementara kenaikan sejumlah beban turut membatasi ruang pemulihan profitabilitas. Memasuki kuartal IV, kemampuan SIDO meningkatkan kembali penjualan sekaligus menjaga efisiensi biaya akan menjadi faktor penting untuk menentukan arah kinerja hingga akhir tahun. (srh)

Bagikan: