Rupiah Menguat, Dolar Melemah dan Target Pertumbuhan Prabowo Jadi Penopang
AdminNM-Newsmaker.id
Senin, 17 Agustus 2026 - 12.55

Source: Newsmaker.id
Rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (17/08) , meski aktivitas transaksi domestik cenderung tipis karena libur Hari Kemerdekaan Indonesia. USD/IDR bergerak di sekitar Rp17.798 per dolar AS, turun sekitar 0,2%, yang menunjukkan penguatan rupiah dibanding sesi sebelumnya.
Sentimen rupiah mendapat dukungan setelah Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% pada 2027. Pemerintah juga mengusulkan defisit anggaran sekitar 2,4% terhadap PDB, langkah yang ditujukan untuk tetap mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga disiplin fiskal.
Dari eksternal, pelemahan dolar AS menjadi pendorong utama mata uang Asia. Data Retail Sales AS yang turun tajam pada Juli, ditambah inflasi yang lebih terkendali dan tanda pelemahan pasar tenaga kerja, membuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September terus berkurang.
Meski menguat hari ini, rupiah masih menghadapi sejumlah tantangan. HSBC menilai pelemahan neraca perdagangan, repatriasi keuntungan perusahaan multinasional, dan terbatasnya arus modal portofolio masih dapat membatasi penguatan mata uang Indonesia dalam jangka menengah.
Pasar juga menantikan arah kebijakan Bank Indonesia. Perubahan kepemimpinan di bank sentral serta fokus pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi membuat investor mencermati bagaimana BI akan menyeimbangkan stabilitas rupiah, inflasi, dan kebutuhan mendukung aktivitas ekonomi.
Analisis Newsmaker: Penguatan rupiah saat ini terutama mendapat dukungan dari dolar AS yang melemah dan sentimen positif terhadap target pertumbuhan ekonomi pemerintah. Namun, karena perdagangan berlangsung tipis di tengah libur nasional, pergerakan hari ini perlu dibaca dengan hati-hati. Arah rupiah berikutnya akan lebih ditentukan oleh kebijakan BI, arus modal asing, serta apakah ekspektasi Fed hike terus menurun.