Rupiah Diproyeksi Turun Mingguan
AdminNM-Newsmaker.id
Jumat, 26 Juni 2026 - 12.01

Source: Newsmaker.id
Rupiah diperdagangkan di sekitar Rp17.950 per dolar AS pada Jumat (26/06), melanjutkan tren pelemahan minggu ini. Penguatan dolar AS yang didukung sikap hawkish The Fed tetap menekan mata uang domestik, meski suku bunga AS tidak dinaikkan pekan lalu. Di sisi domestik, trader bersikap hati-hati menjelang rilis CPI Juni, dengan perhatian khusus pada harga pangan akibat dampak El Niño. Kekhawatiran juga muncul terkait kemungkinan berakhirnya streak surplus perdagangan 72 bulan Indonesia akibat tingginya impor energi. Pelemahan rupiah minggu ini mencapai sekitar 1%, menghapus kenaikan dua periode sebelumnya. Namun, tekanan terbatas oleh kabar pemerintah yang berencana memangkas lebih dari USD 2 miliar dari program utama Presiden Prabowo untuk menjaga disiplin fiskal. Harga minyak yang lebih lembut, turun mendekati level pra-perang Iran, membantu menekan tekanan biaya impor dan anggaran. Sementara itu, aliran modal asing kembali masuk di bulan Juni, terdorong oleh permintaan sekitar Rp105 triliun pada surat berharga Bank Indonesia dan obligasi pemerintah satu tahun.(Asd) Sumber: Newsmaker.id
Rupiah diperdagangkan di sekitar Rp17.950 per dolar AS pada Jumat (26/06), melanjutkan tren pelemahan minggu ini. Penguatan dolar AS yang didukung sikap hawkish The Fed tetap menekan mata uang domestik, meski suku bunga AS tidak dinaikkan pekan lalu.
Di sisi domestik, trader bersikap hati-hati menjelang rilis CPI Juni, dengan perhatian khusus pada harga pangan akibat dampak El Niño. Kekhawatiran juga muncul terkait kemungkinan berakhirnya streak surplus perdagangan 72 bulan Indonesia akibat tingginya impor energi.
Pelemahan rupiah minggu ini mencapai sekitar 1%, menghapus kenaikan dua periode sebelumnya. Namun, tekanan terbatas oleh kabar pemerintah yang berencana memangkas lebih dari USD 2 miliar dari program utama Presiden Prabowo untuk menjaga disiplin fiskal.
Harga minyak yang lebih lembut, turun mendekati level pra-perang Iran, membantu menekan tekanan biaya impor dan anggaran. Sementara itu, aliran modal asing kembali masuk di bulan Juni, terdorong oleh permintaan sekitar Rp105 triliun pada surat berharga Bank Indonesia dan obligasi pemerintah satu tahun.