Trending

IHSG Tertekan, Berisiko Turun Tajam Sepekan

AdminNM-Newsmaker.id

Jumat, 26 Juni 2026 - 10.06

IHSG Tertekan, Berisiko Turun Tajam Sepekan

Source: Newsmaker.id

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah pada perdagangan Jumat pagi, menghapus reli yang sempat terjadi pada sesi sebelumnya. IHSG turun 82 poin atau sekitar 1,4% ke level 5.918, seiring aksi jual yang melanda hampir seluruh sektor utama di pasar saham domestik.

Tekanan terhadap IHSG datang dari pelemahan pasar regional setelah Wall Street ditutup bervariasi semalam. Sentimen investor ikut terganggu oleh tekanan pada saham teknologi global, terutama setelah Apple menaikkan harga sejumlah produk untuk mengimbangi lonjakan biaya chip. Kondisi ini membuat pelaku pasar Asia, termasuk Indonesia, kembali berhati-hati terhadap aset berisiko.

Dari sisi regional, investor juga menunggu rilis data PMI China pekan depan. Data tersebut penting karena China merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Jika aktivitas manufaktur China kembali melemah, kekhawatiran terhadap permintaan komoditas dan prospek ekspor Indonesia dapat meningkat.

Di dalam negeri, pelaku pasar mencermati data inflasi Juni dan neraca perdagangan Mei. Kedua data tersebut akan menjadi petunjuk penting untuk melihat daya tahan ekonomi Indonesia, arah suku bunga, serta stabilitas rupiah. Di tengah tekanan eksternal dan domestik, investor cenderung memilih mengurangi risiko terlebih dahulu.

Meski begitu, pelemahan IHSG sedikit tertahan oleh laporan bahwa pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan pemangkasan anggaran tambahan lebih dari US$2 miliar untuk program makan gratis unggulan Presiden Prabowo Subianto. Rencana pemangkasan tersebut dipandang dapat membantu mengurangi tekanan fiskal dan menjaga persepsi investor terhadap disiplin anggaran pemerintah.

Secara sektoral, pelemahan dipimpin oleh saham bahan dasar, siklikal konsumen, dan industrial. Beberapa saham yang menjadi pemberat antara lain Jasa Marga yang turun 7,6%, Darma Henwa melemah 6,7%, Sarana Mitra Luas turun 6,2%, dan Bukalapak terkoreksi 4,8%.

Untuk pekan ini, IHSG berada di jalur pelemahan pertama dalam tiga minggu terakhir, dengan penurunan sekitar 3,8% sejauh ini. Tekanan tersebut menunjukkan bahwa pasar domestik masih rapuh, terutama setelah risiko penurunan status Indonesia dari emerging market ke frontier market oleh MSCI belum sepenuhnya hilang.

MSCI sebelumnya menunda keputusan peninjauan status pasar Indonesia hingga November. Meski penundaan tersebut memberi waktu bagi regulator untuk menjalankan reformasi pasar, investor masih menilai risiko tetap terbuka. Selama kekhawatiran terhadap transparansi, free float, dan arus dana asing belum mereda, tekanan terhadap IHSG masih berpotensi berlanjut.

Dengan kondisi ini, arah IHSG dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global, data ekonomi domestik, pergerakan rupiah, dan perkembangan terkait MSCI. Jika data China dan Indonesia keluar lebih lemah dari perkiraan, tekanan jual berpotensi berlanjut. Namun, jika ada sinyal perbaikan dari reformasi pasar dan data domestik tetap solid, IHSG berpeluang mencoba stabil kembali.

Sumber: Newsmaker.id

Bagikan: