IHSG Berbalik Menguat, Short Selling Resmi Dimulai
AdminNM-Newsmaker.id
Kamis, 1 Oktober 2026 - 09.44

Source: Newsmaker.id
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada awal perdagangan Kamis (1/10/2026) setelah sempat dibuka melemah. IHSG dibuka turun 8,25 poin atau 0,14% ke level 6.062,89, sebelum kemudian berbalik ke zona hijau dan tercatat naik sekitar 0,16% ke level 6.081,09 pada awal perdagangan. Pergerakan ini terjadi setelah IHSG ditutup melemah 0,83% ke level 6.071,14 pada perdagangan terakhir September.
Pergerakan pasar domestik masih dibayangi tekanan dari pasar global. Tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat, kekuatan dolar AS, serta ketidakpastian terkait harga energi dan konflik Timur Tengah masih menjadi faktor yang diperhatikan investor. Di dalam negeri, rupiah pada pembukaan Kamis juga melemah 0,12% ke Rp17.915 per dolar AS, sehingga kondisi nilai tukar tetap menjadi salah satu perhatian pasar.
Selain sentimen eksternal, perdagangan hari ini juga menjadi perhatian karena Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka transaksi short selling. Pada tahap awal, fasilitas tersebut mencakup lima saham, yakni ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF, dengan layanan yang disediakan oleh Semesta Indovest Sekuritas dan Ajaib Sekuritas. Investor yang menggunakan fasilitas ini wajib memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk menyediakan jaminan awal sesuai ketentuan Anggota Bursa.
Kehadiran mekanisme short selling menjadi perkembangan baru dalam dinamika perdagangan saham domestik. BEI sebelumnya menyebut fasilitas tersebut berpotensi meningkatkan likuiditas pasar, meskipun implementasinya akan bergantung pada jumlah saham yang dapat ditransaksikan serta jumlah Anggota Bursa yang memperoleh izin. Dengan demikian, pergerakan lima saham yang masuk daftar awal akan menjadi salah satu perhatian investor pada perdagangan perdana Oktober.
Sementara itu, IHSG memasuki Oktober setelah sepanjang September mengalami tekanan cukup dalam dan ditutup di level 6.071,14. Secara teknikal, area 6.000 masih menjadi perhatian setelah indeks mendekati level tersebut pada perdagangan sebelumnya, sementara kisaran 6.000–6.200 menjadi area yang dicermati pasar. Investor selanjutnya akan melihat apakah penguatan awal Oktober mampu bertahan di tengah tekanan eksternal, pergerakan rupiah, serta penerapan aturan perdagangan baru di BEI.