Trending

Rupiah Menguat, Pasar Tunggu Data Devisa

AdminNM-Newsmaker.id

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07.32

Rupiah Menguat, Pasar Tunggu Data Devisa

Source: Newsmaker.id

Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (7/10), meskipun penguatan tersebut belum mampu bertahan sepenuhnya. Rupiah sempat dibuka di sekitar Rp17.830 per dolar AS, sebelum kembali bergerak menuju level penutupan sebelumnya di sekitar Rp17.865. Pergerakan ini terjadi ketika indeks dolar AS berada di sekitar 101,93 dan masih kesulitan melanjutkan penguatan setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi tahunan di 102,53.

Tekanan terhadap dolar mulai berkurang setelah sejumlah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan pelemahan. Data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan membuat pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin kini hanya sekitar 20,5%. Kondisi tersebut secara umum memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk mendapatkan sedikit tekanan positif.

Dari dalam negeri, perhatian investor kini tertuju pada data Cadangan Devisa Indonesia September yang akan dirilis Bank Indonesia pada pukul 10.00 WIB. Pada Agustus, cadangan devisa Indonesia tercatat sekitar US$146,5 miliar, setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Data terbaru akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat seberapa kuat posisi eksternal Indonesia.

Pergerakan rupiah juga masih dipengaruhi oleh kondisi pasar global. Yield Treasury AS yang tinggi dan ketidakpastian di pasar obligasi global masih berpotensi menopang dolar. Namun, jika yield mulai turun dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed semakin berkurang, tekanan terhadap rupiah dapat sedikit mereda. Sebaliknya, penguatan dolar kembali dapat membuat rupiah menghadapi tekanan setelah penguatan awal perdagangan.

Katalis terbesar berikutnya adalah FOMC Minutes yang akan dirilis Kamis dini hari pukul 01.00 WIB. Risalah tersebut akan memberikan gambaran mengenai pertimbangan para pejabat The Fed setelah kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan September. Newsmaker melihat, rupiah berpeluang mendapatkan dukungan jika cadangan devisa tetap kuat dan FOMC Minutes menunjukkan sikap yang lebih dovish. Namun, jika The Fed kembali menegaskan kekhawatiran terhadap inflasi, dolar dan yield berpotensi menguat sehingga ruang penguatan rupiah menjadi lebih terbatas.

Bagikan: