IHSG Kembali Tertekan! GOTO Ambles 13%, Asing Ramai-Ramai Jual Saham
AdminNM-Newsmaker.id
Kamis, 1 Oktober 2026 - 21.52

Source: Newsmaker.id
Newsmaker.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Rabu (30/9/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi 0,83% ke level 6.071,14, dengan tekanan utama berasal dari aksi jual investor asing. Dari seluruh konstituen, sebanyak 325 saham menguat, 371 saham melemah, dan 267 saham bergerak stagnan.
Tekanan paling besar terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi salah satu saham dengan penurunan terdalam, yakni 13,51% ke Rp32 per saham. Pelemahan GOTO berlanjut selama tiga hari perdagangan setelah pemberlakuan perubahan batas minimum harga saham menjadi Rp1.
Selain GOTO, tekanan juga terjadi pada PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang turun 4,79% menjadi Rp1.390, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) melemah 4,52% ke Rp845, serta PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) terkoreksi 3,48% ke Rp388. TLKM turun 3,38%, MBMA melemah 2,80%, sedangkan PGAS terkoreksi 2,79%.
Di sisi lain, sejumlah saham mampu bergerak berlawanan arah. PT United Tractors Tbk. (UNTR) memimpin penguatan dengan kenaikan 7,55% ke Rp27.075, disusul HRTA yang naik 4,59% menjadi Rp2.280 dan INKP yang menguat 1,86% ke Rp8.225. EXCL, ANTM, dan AKRA masing-masing mencatat kenaikan 1,69%, 1,27%, dan 1,05%.
Tekanan terhadap IHSG kembali menguat setelah aksi jual investor asing berlanjut. Tim analis BRI Danareksa Sekuritas mencatat net foreign sell mencapai Rp677 miliar pada sesi I, sehingga membatasi penguatan indeks setelah sempat bergerak positif di awal perdagangan. Dari eksternal, penurunan harga minyak menjadi sentimen positif, tetapi risiko geopolitik dan potensi kenaikan harga minyak kembali menjadi perhatian pasar.
Analisis Newsmaker: Pergerakan IHSG menunjukkan bahwa tekanan domestik, terutama arus keluar dana asing, masih menjadi faktor penting bagi indeks. Sementara itu, sentimen global relatif berimbang karena harga minyak yang lebih rendah memberikan ruang bagi aset berisiko, tetapi ekspektasi satu kali kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir 2026 dapat menjaga volatilitas. Dalam jangka pendek, arah IHSG akan sangat bergantung pada arus dana asing, pergerakan saham berkapitalisasi besar, harga minyak, serta perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS.