Rupiah Kembali Menguat ke Rp17.899, Tapi Tekanan Mata Uang Asia Belum Reda
AdminNM-Newsmaker.id
Selasa, 6 Oktober 2026 - 15.23

Source: Newsmaker.id
Newsmaker.id - Nilai tukar rupiah berhasil mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan Selasa (6/10/2026). Spot Rupiah ditutup di level Rp17.899 per dolar AS, menguat 0,10% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.917 per dolar AS. Penguatan ini menjadi sinyal positif setelah rupiah sebelumnya masih berada di bawah tekanan dolar Amerika Serikat.
Pergerakan mata uang Asia berlangsung beragam. Baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah naik 0,14%, diikuti won Korea Selatan yang menguat 0,09% dan dolar Singapura sebesar 0,06%. Ringgit Malaysia juga mencatat kenaikan tipis 0,01% terhadap dolar AS.
Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada sejumlah mata uang kawasan. Peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah terkoreksi 0,22%. Yen Jepang kemudian melemah 0,16%, rupee India turun 0,13%, sedangkan dolar Taiwan terkoreksi 0,05%. Dolar Hong Kong juga melemah tipis 0,01%.
Analisis Newsmaker: Penguatan rupiah ke bawah level Rp17.900 menunjukkan adanya ruang stabilisasi, tetapi pergerakannya mulai masih sangat sensitif terhadap sentimen eksternal. Variasi kinerja mata uang Asia menunjukkan investor masih melakukan seleksi terhadap aset kawasan, terutama di tengah dinamika dolar AS dan pasar obligasi global.
Dalam jangka pendek, level Rp17.900 menjadi area penting untuk diperhatikan. Jika rupiah mampu bertahan di bawah level tersebut, peluang penguatan lanjutan dapat terbuka. Namun apabila tekanan dolar kembali meningkat, rupiah berpotensi kembali menguji area Rp18.000. Oleh karena itu, arah dolar AS, imbal hasil US Treasury, harga minyak, serta arus modal asing masih menjadi katalis utama bagi pergerakan rupiah selanjutnya.