Trending

IHSG Menguat Saat Investor Memantau Data Ekonomi Indonesia

AdminNM-Newsmaker.id

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15.20

IHSG Menguat Saat Investor Memantau Data Ekonomi Indonesia

Source: Newsmaker.id

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (6/10), melanjutkan momentum positif dari sesi sebelumnya. IHSG naik 20,27 poin atau 0,33% ke level 6.139,13, sementara indeks LQ45 bertambah 0,37% ke 605,46. Penguatan ini melanjutkan kenaikan 1,36% pada Senin ketika IHSG ditutup di level 6.118,86.

Sentimen positif datang dari pasar global. Wall Street sebelumnya menguat dengan Nasdaq 100 mencetak rekor, sementara bursa Asia juga bergerak positif. Nikkei 225 melanjutkan penguatan menuju level tertinggi tiga bulan. Investor global masih merespons data tenaga kerja AS yang lemah, yang membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober semakin berkurang. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi aset berisiko, termasuk saham di kawasan Asia.

Dari dalam negeri, perhatian investor akan tertuju pada sejumlah data ekonomi yang akan dirilis pekan ini, termasuk cadangan devisa September, indeks keyakinan konsumen, dan penjualan ritel. Pergerakan rupiah juga menjadi perhatian karena nilai tukar masih berada di sekitar level Rp17.900 per dolar AS. Pada pembukaan Selasa, rupiah justru menguat tipis ke sekitar Rp17.911 per dolar AS, memberikan sedikit ruang positif bagi sentimen pasar domestik. 

Meski demikian, IHSG masih menghadapi tantangan dari sisi aliran dana asing. OJK mencatat investor asing melakukan net sell sekitar Rp10,24 triliun sepanjang September, berbalik dari net buy Rp1,19 triliun pada Agustus. Karena itu, kenaikan IHSG saat ini perlu dilihat sebagai upaya pemulihan setelah tekanan besar sepanjang September, bukan berarti risiko koreksi telah sepenuhnya hilang.

Newsmaker melihat, IHSG memiliki peluang melanjutkan rebound selama sentimen global tetap positif dan level 6.100 mampu dipertahankan. Namun, investor masih perlu mencermati arus dana asing, pergerakan rupiah, harga komoditas, serta data ekonomi domestik yang akan keluar pekan ini. Jika tekanan jual asing kembali meningkat, IHSG berpotensi kembali menghadapi aksi ambil untung setelah kenaikan dua sesi terakhir.

Bagikan: