Trending

IHSG Sesi 1 Tertekan 1,65%, Tiga Sentimen Jadi Beban

AdminNM-Newsmaker.id

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13.48

IHSG Sesi 1 Tertekan 1,65%, Tiga Sentimen Jadi Beban

Source: Newsmaker.id

Newsmaker.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan sesi I Rabu (28/10). IHSG terkoreksi 1,65% atau 87,069 poin ke level 5.179,061, sekaligus membuka peluang pelemahan selama tiga hari perdagangan berturut-turut. Tekanan jual terlihat cukup luas dengan 553 saham melemah, sementara hanya 131 saham menguat.

Seluruh 11 indeks sektoral juga bergerak di zona merah. IDX-Infra mencatat pelemahan terdalam sebesar 3,74%, disusul IDX-Industry yang turun 3,30% dan IDX-Energy melemah 3,18%. Sejumlah saham berkapitalisasi besar juga ikut tertekan, dengan ISAT turun 6,82%, BRPT melemah 6,79%, dan WIFI terkoreksi 6,70%. Di sisi lain, BBCA, KLBF, dan ITMG masih mampu mencatatkan penguatan.

Tekanan terhadap IHSG datang ketika kondisi pasar domestik juga dibayangi pelemahan rupiah, arus keluar modal asing, serta kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN). Rupiah masih berada di kisaran Rp18.125 per dolar AS, sementara yield SBN tenor 10 tahun menembus 7,5%, level tertinggi sejak Oktober 2022 dan berada di atas asumsi APBN 2026 sebesar 6,9%. Kombinasi tersebut menunjukkan investor masih menghadapi tekanan dari sisi nilai tukar dan pasar obligasi.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada sejumlah katalis penting, terutama laporan keuangan emiten kuartal III-2026, kebijakan BEI terkait saham dengan High Shareholding Concentration (HSC), serta keputusan suku bunga Federal Reserve. The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan pada Kamis dini hari WIB dengan konsensus mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%-4,00%. Namun, potensi kenaikan suku bunga pada Desember masih menjadi perhatian karena inflasi AS belum sepenuhnya mereda. Jika The Fed memberikan sinyal lebih hawkish, dolar berpotensi menguat dan kembali memberikan tekanan terhadap rupiah serta aset negara berkembang.

Secara teknikal, IHSG masih menunjukkan tren bearish setelah gagal bertahan di atas level 5.400 dan bergerak di bawah MA20 maupun MA200. Area 5.182-5.118 menjadi support penting yang perlu diperhatikan. Jika mampu bertahan, IHSG masih memiliki peluang mengalami konsolidasi atau technical rebound menuju 5.400-5.455. Namun, jika support tersebut ditembus, tekanan jual berpotensi semakin kuat dan membuka ruang pelemahan berikutnya. (srh) 

Bagikan: