IHSG Anjlok 2,64%, Kembali Tertekan ke Level 5.142 di Sesi I
AdminNM-Newsmaker.id
Kamis, 29 Oktober 2026 - 14.32

Source: Newsmaker.id
Newsmaker.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan sesi I Kamis (29/10). IHSG melemah 2,64% atau 139,05 poin ke level 5.142,82, setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday di 5.320,89 pada awal perdagangan. Pelemahan tersebut menunjukkan tekanan jual masih cukup kuat di pasar saham domestik.
Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 593 saham melemah, sementara 92 saham menguat dan 100 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan mencapai 14,35 miliar saham dengan nilai transaksi Rp5,85 triliun dan frekuensi 803.471 kali. Kapitalisasi pasar hingga jeda siang tercatat sebesar Rp9.048,34 triliun.
Tekanan juga terlihat pada saham-saham utama. Indeks LQ45 turun 2,93% ke level 523,637, dengan ISAT menjadi salah satu saham yang paling tertekan setelah menyentuh auto rejection bawah (ARB) 6,69% ke Rp1.465 per saham. BRPT ikut melemah 6,48% ke Rp1.155, sementara WIFI terkoreksi 6,47% ke Rp940 per saham.
Pergerakan IHSG menunjukkan bahwa investor masih cenderung berhati-hati setelah pasar sebelumnya menghadapi tekanan dari pelemahan rupiah, arus keluar modal asing, serta kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN). Kondisi tersebut membuat aset domestik menghadapi tekanan yang lebih besar, terutama ketika sentimen global juga masih dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan pergerakan dolar AS.
Secara keseluruhan, pelemahan IHSG pada sesi I memperlihatkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar. Investor akan mencermati apakah indeks mampu mempertahankan area 5.100 sebagai level psikologis penting atau kembali melanjutkan koreksi. Pergerakan saham berkapitalisasi besar serta respons pasar terhadap perkembangan ekonomi dan kebijakan The Fed akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah IHSG pada sesi berikutnya. (srh)