Trending

Harga Jagung Mulai Turun, Tapi Ancaman Pasokan Global Belum Hilang

AdminNM-Newsmaker.id

Rabu, 9 September 2026 - 12.30

Harga Jagung Mulai Turun, Tapi Ancaman Pasokan Global Belum Hilang

Source: Newsmaker.id

Harga jagung dunia melemah pada perdagangan Rabu (9/9), dengan kontrak berjangka turun ke sekitar 506,86 sen AS per bushel atau sekitar US$5,07 per bushel. Harga mundur dari level tertinggi lebih dari tiga tahun di sekitar US$5,21 yang sempat dicapai pada awal September.

Tekanan terhadap harga muncul ketika pelaku pasar mulai menyesuaikan posisi menjelang laporan pasokan dan permintaan terbaru Departemen Pertanian Amerika Serikat atau USDA yang dijadwalkan rilis pada Jumat (11/9). Laporan tersebut akan menjadi salah satu petunjuk penting mengenai besarnya produksi dan ketersediaan jagung AS tahun ini.

Meski harga terkoreksi, kekhawatiran terhadap hasil panen AS masih memberikan dukungan. StoneX memangkas estimasi rata-rata hasil jagung AS 2026 menjadi 182,9 bushel per acre, dari perkiraan sebelumnya 184,8 bushel per acre, sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa pasokan dapat lebih ketat dari perkiraan sebelumnya.

USDA melaporkan sekitar 5% tanaman jagung AS telah dipanen, sementara 56% tanaman masih berada dalam kondisi baik hingga sangat baik. Cuaca yang lebih hangat dan kering di Midwest diperkirakan membantu mempercepat proses panen, sehingga sebagian kekhawatiran terhadap keterlambatan produksi mulai mereda.

Risiko pasokan global juga tetap menjadi perhatian. Perang Rusia-Ukraina terus mengancam ekspor biji-bijian dari kawasan Laut Hitam, sementara Ukraina menyumbang sekitar 10%–11% ekspor jagung global. Gangguan berkepanjangan pada jalur pengiriman berpotensi kembali memperketat pasokan internasional.

Dalam jangka pendek, pergerakan harga jagung diperkirakan tetap sensitif terhadap laporan USDA, prospek hasil panen AS, kondisi cuaca Midwest, serta perkembangan ekspor Laut Hitam. Jika USDA kembali memangkas proyeksi produksi atau yield, harga jagung berpeluang kembali menguji puncak tiga tahunnya. Sebaliknya, proyeksi pasokan yang lebih besar dapat memperpanjang koreksi harga.(CP)

Bagikan: