Bank Syariah Nasion (BSN) Bidik Aset Rp87 Triliun Tahun Ini!
AdminNM-Newsmaker.id
Senin, 20 Juli 2026 - 14.27

Source: Newsmaker.id
Newsmaker.id - PT Bank Syariah Nasional atau BSN menargetkan total aset mencapai sekitar Rp87 triliun hingga akhir 2026. Target tersebut dipasang setelah bank yang baru resmi beroperasi sebagai entitas mandiri pasca spin-off ini mencatatkan pertumbuhan kinerja pada semester I-2026.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan status sebagai entitas mandiri menjadi momentum bagi perseroan untuk bergerak lebih lincah dalam menangkap peluang pasar. Hingga akhir tahun, BSN juga membidik pembiayaan sekitar Rp66 triliun dan dana pihak ketiga atau DPK sekitar Rp69 triliun, dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan serta profitabilitas.
Hingga Juni 2026, total aset BSN mencapai Rp78,8 triliun atau tumbuh 20,1% secara tahunan dibandingkan Rp65,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Realisasi tersebut telah mencapai 100,8% dari target semester pertama, sehingga memberi ruang bagi perseroan untuk mengejar target akhir tahun.
Dari sisi intermediasi, pembiayaan BSN naik 23% secara tahunan menjadi Rp59,6 triliun atau setara 99,2% dari target semester I-2026. Portofolio pembiayaan masih didominasi sektor perumahan dengan kontribusi sekitar 93% dari total pembiayaan. Rinciannya terdiri atas KPR Subsidi Rp37,19 triliun, KPR Non-Subsidi Rp18,36 triliun, Yasa Griya Rp1,97 triliun, Non-Yasa Griya Rp1,28 triliun, serta pembiayaan non-KPR Rp810 miliar.
Untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP, BSN menargetkan penyaluran kepada 73.700 unit rumah sepanjang 2026. Hingga akhir Juni, realisasinya telah mencapai 27.888 unit. Sementara itu, penghimpunan DPK tumbuh 11,5% secara tahunan menjadi Rp61,6 triliun, didukung penguatan layanan digital melalui aplikasi Bale Syariah by BSN.
Kinerja tersebut ikut menopang laba bersih BSN yang naik 10,7% secara tahunan menjadi Rp444 miliar pada semester I-2026. Net interest margin atau NIM meningkat menjadi 4% dari sebelumnya 3,72%, sementara fee based income melonjak 89,9% menjadi Rp127,3 miliar. Memasuki paruh kedua tahun ini, BSN akan fokus menjaga kualitas aset, mengoptimalkan penagihan, serta memperkuat pencadangan agar ekspansi bisnis tetap berjalan prudent. Di sisi lain, BTN sebagai induk usaha menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan BSN pasca spin-off, terutama di segmen pembiayaan perumahan syariah.